Johann Zarco Alami Cedera Ligamen Setelah Crash Horor di Catalunya

Johann Zarco Alami Cedera Ligamen Setelah Crash Horor di Catalunya

Kondisi medis terbaru Johann Zarco akhirnya terungkap setelah sang pembalap terlibat dalam kecelakaan beruntun pada gelaran Catalan Grand Prix. Pembalap asal Prancis tersebut mengabarkan bahwa dirinya lebih merasakan efek kejut dan rasa takut yang besar dibandingkan cedera yang mengancam kariernya.

Insiden yang menimpa Johann Zarco menjadi salah satu momen mencekam dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 yang berlangsung penuh kekacauan. Jalannya balapan di sirkuit tersebut bahkan harus dihentikan oleh bendera merah atau red flag sebanyak dua kali akibat rentetan kecelakaan.

Dilansir dari Detik Sport, persaingan di lintasan awalnya sempat dihentikan pascainsiden besar yang melibatkan Pedro Acosta dan Alex Marquez. Setelah situasi dinilai aman dan balapan kembali dimulai, kecelakaan hebat justru kembali terjadi pada restart kedua.

Tabrakan beruntun pada fase restart kedua ini melibatkan tiga pembalap sekaligus, yakni Johann Zarco, Luca Marini, dan Francesco Bagnaia di Tikungan 1. Tikungan pertama menjadi petaka saat Luca Marini kehilangan kendali atas motornya lalu menyenggol Zarco hingga keduanya terjatuh.

Situasi menjadi sangat mengerikan ketika Zarco yang sudah terempas di atas trek kemudian tertabrak oleh motor tunggangan Francesco Bagnaia. Tubuh pembalap tim LCR Honda itu sempat tersangkut di motor Ducati milik Bagnaia dan terseret bersama hingga ke area gravel sebelum akhirnya mengalami highside.

Akibat dampak benturan yang sangat keras tersebut, Zarco langsung mendapatkan pertolongan medis darurat di tepi sirkuit. Petugas medis kemudian bergerak cepat mengevakuasi sang rider untuk dibawa ke rumah sakit terdekat guna pemeriksaan lebih lanjut.

Pernyataan Resmi Johann Zarco dan Tim LCR Honda

Melalui akun media sosial pribadinya, Johann Zarco memberikan pembaruan mengenai keadaan dirinya untuk menenangkan para penggemar yang khawatir.

"Jangan khawatir, kami masih menunggu hasil tes," kata Zarco.

Pembalap bernomor fariasi 5 ini juga mengomentari alat bantu medis yang harus dipasangnya selama masa pemeriksaan di rumah sakit.

"Saya memakai penyangga leher, tapi itu lebih mengganggu daripada hal lainnya," imbuhnya.

Zarco membeberkan bahwa bagian kaki, terutama lutut, menjadi titik yang menerima dampak paling parah dari insiden seretan tersebut.

"Yang utama sebenarnya lutut. Ligamennya robek, tapi tulang femur saya tidak patah. Ada retakan kecil di bagian bawah fibula, di sisi luar pergelangan kaki kiri saya. Saya akan terus memberi kabar terbaru."

Pembalap berpengalaman ini menegaskan bahwa dirinya beruntung bisa terhindar dari konsekuensi medis yang jauh lebih fatal.

"Hanya lebih banyak rasa takut daripada cedera serius, bisa dibilang begitu. Saya akan tetap berada di rumah sakit malam ini karena mereka ingin memantau kondisi saya."

Pihak LCR Honda selaku tim yang menaungi Zarco juga telah merilis detail klinis mengenai cedera sang pembalap secara resmi. Manajemen tim mengonfirmasi adanya kerusakan pada beberapa bagian krusial di kaki kiri Zarco.

Berdasarkan pemeriksaan, Zarco didiagnosis mengalami cedera pada ligamen cruciatum anterior (ACL), ligamen cruciatum posterior (PCL), serta cedera meniskus medial. Selain masalah pada lutut, tim medis juga menemukan robekan kecil pada tulang fibula di sekitar pergelangan kaki kirinya.

Hingga saat ini, pihak tim belum bisa memberikan kepastian mengenai masa pemulihan sang pembalap. LCR Honda belum mengumumkan apakah Johann Zarco dapat diturunkan untuk ambil bagian dalam seri balapan berikutnya yang akan digelar di Sirkuit Mugello.

Artikel terkait