Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin gagal menyelesaikan balapan utama MotoGP Catalunya di Sirkuit Catalunya pada Minggu, 17 Mei 2026 malam WIB, setelah sepeda motornya ditabrak oleh Raul Fernandez dari belakang hingga terjatuh di area kerikil.
Insiden tersebut terjadi setelah start ulang kedua dalam balapan yang diwarnai dua kali bendera merah akibat kecelakaan parah yang melibatkan Alex Marquez, Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini. Dilansir dari sport.detik.com, Martin yang berada di posisi kedua kehilangan peluang meraih poin dan meluapkan amarahnya di paddock dengan mendorong manajer tim Aprilia, Paolo Bonora.
Setelah situasi mereda, juara dunia MotoGP 2024 tersebut menyesali tindakan emosionalnya dan langsung menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pihak tim, khususnya kepada Bonora yang sempat didorongnya.
"Saya ingin mengatakan bahwa saya sangat kecewa dengan cara saya memasuki pit box. Saya mencoba rileks selama balapan, tetapi begitu saya masuk [paddock] semuanya kembali tegang," kata Jorge Martin dalam video akun X MotoGP.
Pembalap asal Spanyol berusia 28 tahun itu kemudian mendatangi ruangan sang manajer tim untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara langsung setelah balapan berakhir.
"Saya pergi untuk meminta maaf kepada Paolo Bonora karena saya mendorongnya, kejadian ini sama sekali tidak perlu. Saya mencarinya di kantornya tetapi dia tidak ada [di sana] jadi saya akan pergi sekarang," ujar Jorge Martin.
Kekecewaan Martin juga didasari oleh banyaknya jumlah start ulang yang harus dihadapi para pembalap akibat rangkaian kecelakaan di sirkuit tersebut. Menurut laporan ligaolahraga.com, Martin menilai prosedur start ulang yang berulang-ulang sangat mengganggu konsentrasi dan membahayakan keselamatan.
"Hari itu benar-benar berbahaya di luar sana. Saya merasakan sakit karena kecelakaan itu, tetapi saya benar-benar panik dengan situasi Alex. Saya senang dia baik-baik saja dan juga tentang Zarco. Tentu saja, pertunjukan harus terus berjalan, seperti biasa. Tetapi setelah tiga kali, mungkin sudah saatnya untuk menghentikan ini. Saya tidak tahu, itu bukan di tangan saya. Tetapi yang pasti, tiga kali memulai ulang cukup berbahaya. Anda benar-benar kehilangan konsentrasi dan kemudian harus kembali," ucap Jorge Martin saat diwawancara.
Martin menambahkan bahwa tidak semua pembalap mampu menjaga fokus dengan baik ketika balapan terus-menerus dihentikan dan dimulai kembali dari awal.
"Saya yakin saya bisa melakukannya, tetapi ada pembalap lain yang tidak bisa. Jadi, saya pikir pada titik itu, cukup berbahaya untuk terus memulai ulang karena berapa lama ini bisa terjadi? Enam, tujuh kali? Saya tidak tahu. Jika ini terus terjadi. Jadi, ini adalah sesuatu yang perlu kita pikirkan. Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, yang penting adalah kita semua selamat dan kita dapat terus melakukan apa yang kita cintai," tambah Jorge Martin.
Di sisi lain, Raul Fernandez memberikan pembelaan mengenai kronologi tabrakan yang melibatkan mereka berdua pada restart ketiga tersebut. Pembalap tim Trackhouse itu merasa tidak bersalah sepenuhnya dan menilai Martin mengubah arah balap secara mendadak saat mendeteksi upaya penyalipan.
"Pertama-tama, saya beruntung tidak mengalami cedera serius, mengingat potongan-potongan motor beterbangan ke arah saya dan saya menerima benturan yang sangat keras. Hingga saat itu, bagaimanapun, saya rasa kami sedang menjalani balapan yang cukup positif. Seperti yang telah kami sepakati, saya berusaha memimpin untuk mendapatkan margin yang bisa dikelola selanjutnya. Itu tidak mungkin dilakukan karena Alex dan Pedro mengikuti saya sangat dekat, jadi saya harus mengelola situasi tersebut. Saya harap Alex baik-baik saja, karena dia menerima benturan yang sangat keras. Sejak saat itu, ada dua bendera merah dan saya menyesal atas insiden dengan Jorge, tapi saya cukup kesal dengan cara dia menangani situasi saat saya hendak menyalipnya," kata Raul Fernandez seperti dilansir gpone.com.
Fernandez mengeklaim memiliki bukti visual dari rekaman helikopter yang menunjukkan bahwa Martin melakukan pengereman lebih awal sebelum menutup ruang di lintasan dalam.
"Dari luar terlihat seolah-olah saya menabraknya dan memang begitu, tapi sebelum itu terjadi, dia melihat saat saya mengerem dan memutuskan untuk menyalipnya. Jika melihat rekaman dari helikopter, terlihat bahwa Jorge mengerem lebih awal dan saya masuk ke jalur dalam, karena itu satu-satunya kesempatan yang saya miliki. Juga terlihat jelas bahwa dia sedikit mengangkat motornya dan kemudian menutup jalur sepenuhnya saat menyalipan bahwa itu saya. Hal ini juga terjadi kemarin di Sprint dan saya kehilangan dua posisi, salah satunya dengan Di Giannantonio - katanya - Nasib buruknya adalah pada saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan kami berdua terjebak di kerikil. Seperti yang saya katakan, saya menyesal karena kami memiliki peluang bagus untuk naik podium, yang merupakan tujuan kami. Saya juga menyesal untuk tim karena mereka telah bekerja dengan baik, tapi hal-hal seperti ini memang bisa terjadi." tutur Raul Fernandez.
Fernandez juga menegaskan bahwa manuver yang dilakukannya sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh pembalap lain seperti Ai Ogura di lintasan.
"Ya, memang berbeda," jawab Raul Fernandez.
Pembalap berusia 25 tahun itu mengaku sudah berdiskusi dengan manajemen Aprilia, termasuk Massimo Rivola dan Davide Brivio, serta menganalisis data telemetri motor pasca-insiden.
"Saya tidak punya masalah dengan Jorge, tapi menurut saya agak aneh dia melakukan hal Formatting yang sama dua kali. Untungnya, kali ini ada rekaman dari helikopter karena kami memimpin balapan. Saya sudah melihatnya, menganalisisnya, dan berbicara dengan Massimo Rivola serta Davide Brivio, karena gambarnya jelas: saya menyalipnya saat dia mengerem dan saat dia melihat saya, dia melepaskan rem. Hal itu terlihat jelas dari rekaman helikopter dan juga dari data." kata Raul Fernandez.
Menurut Fernandez, posisinya dan Martin sangat berbeda karena Martin sedang memperebutkan gelar juara dunia, sehingga seharusnya bertindak lebih berhati-hati untuk mengamankan poin.
"Dia sedikit mengubah sudut pandangnya, karena dia mengira saya masuk ke lintasan tanpa berpikir panjang. Tapi bukan begitu. Jorge dan saya berada dalam situasi yang sangat berbeda: dia jelas-jelas pesaing gelar juara, sedangkan saya tidak. Saya memiliki peluang bagus di balapan, saya memutuskan untuk memulai dengan ban medium dengan tujuan memimpin sejak lap pertama untuk menetapkan ritme saya, sementara dia berada dalam situasi di mana, dalam akhir pekan yang berbeda atau sulit baginya, dia harus mengamankan poin dan tidak bertindak seperti yang dia lakukan." jelas Raul Fernandez mengenai diskusi dengan Rivola.
Ketika ditanya mengenai dampak insiden ini terhadap masa depannya dan perpanjangan kontrak di tim asal Amerika tersebut, Fernandez menegaskan fokusnya hanya pada performa balap.
"Saya tidak tahu. Saya memakai helm dan melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan, berusaha seprofesional mungkin. Apa yang terjadi di luar itu bukan urusan saya: apakah dia balapan atau tidak tahun depan, saya akan terus memberikan yang terbaik - katanya - Saya yakin kami memiliki peluang bagus setiap akhir pekan untuk menunjukkan seberapa kompetitif kami. Kadang-kadang berhasil, kadang-kadang tidak. Akhir pekan ini kami mencoba, tapi tidak berhasil. Kami akan mencobanya lagi di Mugello." kata Raul Fernandez.
Mengenai kelayakan melanjutkan balapan yang penuh insiden parah, Fernandez menilai keputusan panitia sudah tepat selama seluruh pembalap dipastikan dalam kondisi aman.
"Yang pertama-tama saya harap Alex dan Johann baik-baik saja, karena kadang-kadang saya merasa olahraga yang kita geluti ini tidak dihargai sebagaimana mestinya. Ini adalah olahraga yang istimewa tapi juga berbahaya, jadi menurut saya kita harus menghargai pembalap, yang terlepas dari hasilnya, mengenakan helm dan bertarung di tikungan pertama dengan kecepatan 300 km/jam - katanya - Apakah tepat melanjutkan balapan? Jika Alex baik-baik saja dan tidak ada cedera serius, saya pikir ya. Saya tahu ini bukan keputusan yang mudah, tapi pada akhirnya kita di sini untuk balapan. Kita tahu ada risiko, dan jika semuanya baik-baik saja, semuanya terkendali dan tidak terjadi apa-apa, saya rasa kita harus melanjutkan. Tapi jika terjadi sesuatu yang lebih buruk, saya rasa lebih baik menunda Grand Prix." pungkas Raul Fernandez.
Sebelum insiden balapan utama ini, Martin memang menjalani akhir pekan yang sangat berat di Catalunya dengan total mengalami empat kali kecelakaan dalam dua hari sejak sesi latihan bebas. Dilansir dari mediakompeten.co.id, kecelakaan pada sesi FP1 bahkan sempat menyebabkan Martin mengalami gegar otak ringan.
"(Saya mengalami) beberapa cedera ringan. Seluruh tubuh saya sedikit memar akibat benturan, ada beberapa keseleo di kaki saya. Tapi tidak ada yang menghalangi saya untuk balapan dengan baik. Jadi saya baik-baik saja," kata Jorge Martin setelah sesi kualifikasi.
Martin mengidentifikasi bahwa karakteristik lintasan Catalunya pada musim ini jauh lebih licin dan menyulitkan pembalap untuk memprediksi batas maksimal cengkeraman ban.
"Lintasan ini jauh lebih sulit dari biasanya dan sangat sulit untuk menemukan batasnya. Dan ketika Anda menemukannya, Anda jatuh. Jadi saya perlu sedikit mengantisipasinya," kata Jorge Martin.
Faktor cuaca berupa angin kencang dari arah belakang serta kesalahan teknis dalam pengereman depan diakui menjadi penyebab utama dirinya terjatuh di sesi-sesi awal.
"Di balik kecelakaan, selalu ada kesalahan manusia, 99 persen. Hari ini, saya mendapat angin kencang dari belakang. Mungkin saya terlalu banyak menggunakan rem depan, dan saya jatuh, tetapi ini adalah bagian dari proses, juga untuk memahami motor," kata Jorge Martin.
Martin juga sempat kebingungan dengan penyebab jatuhnya motor Aprilia miliknya di tikungan 10 saat sesi Sprint Race, di mana ia gagal mendulang poin setelah terjatuh di lap ketiga.
"Dan hari ini (di sprint), saya benar-benar tidak mengerti. Saya akan maju besok. Saya cepat di tikungan 10, mungkin terlalu cepat. Jadi mungkin saya perlu mengerem sedikit lebih awal," kata Jorge Martin mengevaluasi performanya sebelum balapan utama.
Padahal, Martin merasa memiliki kecepatan dan ritme yang sangat baik untuk bersaing memperebutkan podium tertinggi di sirkuit tersebut jika mampu bertahan di atas motor.
"Saya pikir potensi saya adalah podium atau berjuang untuk kemenangan itu," kata Jorge Martin.
Meskipun demikian, ia memilih untuk melupakan hasil buruk pada sesi balapan pendek tersebut untuk fokus penuh pada balapan utama hari Minggu.
"But today is today and it's gone," kata Jorge Martin.
Kesulitan Martin sebenarnya sudah dimulai sejak hari pertama rangkaian Grand Prix Catalunya. Berdasarkan rilis resmi motogp.com, pembalap bernomor start #89 itu terlempar ke kualifikasi pertama (Q1) setelah terjatuh di Tikungan 12 pada sesi FP1 dan Tikungan 2 pada sesi Practice.
"Hari ini adalah hari yang sibuk, tetapi itu bagian dari olahraga kami. Ada hari-hari ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik, dan hari-hari ketika Anda harus bekerja lebih keras dari biasanya. Jumat ini adalah salah satu hari seperti itu, tetapi saya diberkati dengan tim yang hebat dan tujuan serta arah yang jelas," tutur Jorge Martin pada Jumat malam.
Ia menceritakan kendala komunikasi dengan mekanik karena keterbatasan waktu pengerjaan motor di pit lane setelah kecelakaan terjadi.
"Saya saya turun ke lintasan pada sore hari, saya sudah merasa segalanya cukup sulit. Saya mencoba berbicara dengan tim, namun tidak banyak waktu untuk mengubah keadaan. Walau demikian, saya memberikan yang terbaik dan mendorong diri saya hingga batas maksimal, tetapi itu bagian dari olahraga kami." kata Jorge Martin.
Saat mengalami kecelakaan pertama di Tikungan 12 pada hari Jumat, Martin mengaku teringat akan insiden fatal mendiang Luis Salom di lokasi yang sama beberapa tahun silam.
"Saya benar-benar berpikir sangat berbahaya untuk jatuh di sana. Saya tidak ingin mengatakannya, tetapi saya teringat Luis Salom. Hal pertama yang terlanggar di benak saya saat saya jatuh adalah dia, tetapi untungnya motor berputar dan saya menabrak fairing, bukan setang atau bagian lain," ungkap Jorge Martin.
Beruntung, tim medis bergerak cepat memberikan penanganan fisik sehingga ia bisa melanjutkan sesi latihan berikutnya tanpa kendala fisik yang berarti.
"Kecelakaan saat pagi hari sama sekali tidak berdampak pada sesi sore saya, berkat tim fisioterapis dan dokter yang luar biasa. Semuanya sempurna. Saya pikir saya mungkin akan merasakan sedikit nyeri, namun saya baik-baik saja." jelas Jorge Martin.
Pada sesi kualifikasi pertama tersebut, Martin harus bersaing ketat dengan Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, dan pembalap Trackhouse Ai Ogura untuk mengamankan dua tempat menuju Q2.
"Saya punya waktu 15 menit di lintasan. Saya harap semuanya berjalan lancar. Jika tidak, saya akan terus berusaha seperti biasa. Sesi pagi berjalan dengan baik, tetapi sesi sore agak rumit. Saya akan memberikan yang terbaik," kata Jorge Martin sebelum babak kualifikasi.
Martin juga sempat mengomentari kecelakaan yang dialami oleh Ai Ogura di sirkuit yang sama karena masalah temperatur ban depan.
"Saya tidak melihat kecelakaan Ogura, namun itu adalah kecelakaan yang umum terjadi di Barcelona. Saya merasa ban depan (dalam kondisi) hangat, tetapi tidak 100%. Saya harus lebih berhati-hati besok (Sabtu)." kata Jorge Martin.
Terlepas dari rentetan hasil buruk dan kecelakaan tersebut, Martin setidaknya sempat menunjukkan aksi ikonik khasnya saat melintasi Tikungan 5 sirkuit Catalunya.
"Saya tidak sepenuhnya yakin tentang sudut kemiringannya, tetapi hampir mencapai batasnya, dan saya bisa menyentuh kerb. Itu posisi alami bagi saya. Bahu saya menyentuh kerb bahkan di tikungan kanan terakhir. Tikungan 5 di sirkuit ini telah menjadi terkenal, tetapi ada banyak tikungan lain di mana Anda bisa menyentuh kerb. Sejujurnya, Tikungan 5 luar biasa. Setidaknya saya bisa mengambil beberapa foto," tukas Jorge Martin.
Akibat gagal finis di balapan utama GP Catalunya 2026 ini, Jorge Martin tertahan di posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2026 di bawah rekan setimnya, Marco Bezzecchi.