Peluang kembalinya Antonio Conte ke kursi kepelatihan Juventus kini kembali terbuka menjelang musim 2026/2027. Isu reuni ini menguat setelah masa depan juru taktik asal Lecce tersebut di Napoli mulai dipertanyakan.
Seperti dikutip dari Suara, Conte kabarnya segera mengumumkan keputusan masa depannya setelah pertandingan pamungkas Serie A melawan Udinese. Kabar ini langsung memanaskan spekulasi sepak bola di Italia.
Manajemen Bianconeri sendiri dilaporkan sedang merancang perombakan besar-beasr pada struktur klub. Langkah ini diambil demi menyusun kembali fondasi tim yang kokoh di bawah komando pelatih baru.
Hubungan emosional antara Conte dan Juventus memang sudah mendarah daging. Ia tercatat pernah mempersembahkan tiga trofi Serie A secara berturut-turut untuk Si Nyonya Tua.
Namun kebersamaan itu berakhir mendadak pada musim panas 2014 karena perbedaan pandangan mengenai kebijakan transfer. Kepergian yang terjadi saat pemusatan latihan pramusim sudah berjalan itu sempat memicu kekecewaan mendalam dari pihak manajemen klub, termasuk Andrea Agnelli dan keluarga John Elkann.
Setelah momentum perpisahan tersebut, nama Conte berulang kali muncul dalam bursa calon pelatih Juventus, meski selalu berujung kegagalan. Pada tahun 2019, manajemen klub lebih memilih menunjuk Maurizio Sarri.
Dua tahun berselang, kesempatan reuni kembali tertutup setelah posisi pelatih diserahkan kepada Massimiliano Allegri. Ketegangan bahkan sempat memuncak ketika Conte menukangi Inter Milan, yang ditandai perselisihan hebat dengan Agnelli di semifinal Coppa Italia 2021.
Memasuki musim panas 2024, Conte sebenarnya sempat menunggu proposal dari Turin. Namun, Direktur Olahraga Juventus saat itu, Cristiano Giuntoli, lebih memilih mempercayakan proyek baru kepada Thiago Motta.
Rencana Perubahan Struktur demi Reuni
Conte kemudian berlabuh ke Napoli dan langsung sukses mempersembahkan gelar Scudetto. Keberhasilan tersebut membuat manajemen Juventus kembali meliriknya, terlebih setelah proyek kepelatihan Thiago Motta dinilai gagal total.
Kini dinamika internal Juventus mengalami perubahan besar setelah John Elkann mulai merestrukturisasi manajemen. Elkann dikabarkan memberikan tanggung jawab yang lebih luas kepada Giorgio Chiellini untuk mengembalikan kejayaan klub.
Elkann bahkan disebut-sebut sudah menjalin komunikasi langsung secara personal dengan Conte. Pihak klub sangat ingin menjadikan mantan kapten mereka itu sebagai pilar utama dalam proyek kebangkitan tim.
Kendati demikian, proses negosiasi ini belum berjalan sepenuhnya lancar. Conte disinyalir masih ragu terhadap stabilitas proyek jangka panjang Juventus, terutama mengenai susunan manajemen serta arah kebijakan pembinaan skuad.
Di lain sisi, situasi Juventus yang dipastikan absen dari kompetisi Liga Champions musim depan justru berpotensi menjadi daya tarik tersendiri. Sepanjang kariernya, pelatih berusia 56 tahun itu dikenal sangat menyukai tantangan merintis kejayaan tim dari awal.