Terapis Ungkap Delapan Kebiasaan Kecil untuk Membangun Kebahagiaan

Terapis Ungkap Delapan Kebiasaan Kecil untuk Membangun Kebahagiaan

Sejumlah pakar kesehatan mental menyarankan penerapan kebiasaan kecil secara konsisten untuk membangun kebahagiaan setiap hari daripada menunggu perubahan besar terjadi. Strategi ini dinilai lebih efektif memperkecil jarak antara niat dan tindakan nyata berdasarkan informasi yang dilansir dari Lifestyle pada Senin (11/5/2026).

Terapis sekaligus penulis buku Toxic Productivity, Israa Nasir menjelaskan bahwa kegagalan membangun rutinitas baru sering kali disebabkan oleh penetapan target yang terlalu muluk. Pendekatan melalui kebiasaan mikro menjadi solusi untuk mengatasi hambatan psikologis tersebut.

"Micro-habits menghilangkan rasa kewalahan. Kebiasaan kecil ini membantu memperkecil jarak antara niat dan tindakan nyata," ujar Israa Nasir.

Gina Cleo selaku Direktur Habit Change Institute Australia menambahkan bahwa keberhasilan menyelesaikan tugas kecil akan memicu sistem penghargaan pada otak manusia. Proses biokimia ini melibatkan pelepasan dopamin yang memberikan rasa kepuasan secara instan.

"Saat kita mendapat dorongan dopamin, otak akan berpikir bahwa hal itu terasa baik dan ingin mengulanginya lagi," kata Gina Cleo.

Dalam mengelola emosi, Gina Cleo menekankan pentingnya jeda singkat sebelum memberikan respons terhadap situasi yang menekan. Teknik pernapasan sederhana dianggap mampu menstabilkan sistem saraf yang sedang tegang.

"Mengambil satu napas panjang sebelum bereaksi membantu mengatur emosi, mengurangi stres, dan menenangkan sistem saraf," ujar Gina Cleo.

Aktivitas fisik dan pengaturan lingkungan juga menjadi faktor penentu dalam menjaga suasana hati. Selain melatih pernapasan, Cleo menyarankan latihan syukur secara rutin untuk membantu otak tetap fokus pada aspek-aspek positif dalam kehidupan.

"Latihan syukur melatih otak untuk fokus pada hal positif dan melepaskan serotonin yang memberi rasa tenang dan puas," saran Gina Cleo.

Sementara itu, Terapis Emma Mahony menyoroti pentingnya memulai hari dengan disiplin sederhana, seperti merapikan tempat tidur. Tindakan ini memberikan sinyal psikologis berupa rasa pencapaian kecil yang memperkuat pikiran positif sejak pagi hari.

Mahony juga mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan gawai, terutama sebelum waktu istirahat malam. Pengalihan aktivitas dari layar ponsel ke membaca buku dinilai dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan.

"Hal terakhir yang dilakukan sebelum tidur seharusnya bukan ponsel," ungkap Emma Mahony.

Selain pengaturan pola pikir dan lingkungan, kesehatan fisik melalui hidrasi yang cukup dan peregangan berkala turut mendukung kestabilan emosi. Mahony menegaskan bahwa langkah kecil seperti menambah satu gelas air putih atau menghirup udara segar di pagi hari sangat bermanfaat bagi ritme tubuh.

Artikel terkait

Rekomendasi