Kondisi skin barrier yang sehat menjadi kunci utama untuk mendapatkan kulit wajah yang tampak cerah dan glowing secara alami. Kulit yang terhidrasi dengan optimal mampu memantulkan cahaya dengan baik saat lapisan pelindung tersebut terjaga.
Namun, beberapa aktivitas yang sering dianggap lumrah justru dapat memicu kerusakan pada lapisan pelindung kulit tersebut, seperti dikutip dari Wolipop. Salah satu indikasi awal gangguan ini adalah munculnya rasa kesat dan tertarik pada kulit wajah setelah proses pembersihan.
Gejala lain dari rusaknya lapisan pelindung ini meliputi rasa perih saat mengaplikasikan produk perawatan, kulit kemerahan, hingga kondisi bersisik. Masalah tersebut muncul karena kulit kehilangan kelembapan alaminya.
"Ini biasanya karena pemilihan cleanser yang kurang tepat sehingga kelembapan kulit jadi ikut 'diambil' oleh cleanser itu tadi," ujar Delfianti Pratiwi, skincare scientist dari Paragon saat diwawancarai pada acara 'The Healthy Skin Barrier Starts with Wardah Cleansing Balm & Toner Pad' di Jakarta International Convention Center (JICC) baru-baru ini.
Terdapat dua kebiasaan harian yang tanpa disadari dapat memicu permasalahan pada lapisan pelindung kulit wajah.
1. Pembersihan Wajah Berlebihan (Overcleansing)
Sebagian individu memiliki kebiasaan mencuci muka lebih dari tiga kali dalam sehari karena merasa kulitnya kotor. Tindakan ini justru dapat merusak kestabilan lapisan kulit.
Para ahli dermatologi menyarankan agar proses mencuci wajah menggunakan sabun cukup dilakukan dua kali sehari. Waktu yang ideal adalah pada pagi hari serta malam hari sebelum beristirahat.
2. Kekeliruan Memilih Produk Perawatan
Ketidaksesuaian dalam menentukan produk pembersih wajah berdampak langsung pada stabilitas kelembapan alami kulit. Penggunaan produk pembersih yang formulanya terlalu keras bagi kulit sebaiknya segera dihindari.
Delfianti Pratiwi menambahkan bahwa memahami jenis dan kebutuhan personal kulit sangatlah krusial. Pemahaman yang baik akan mempermudah pemilihan produk kecantikan sekaligus meminimalkan risiko iritasi.
Langkah ini juga efektif untuk menghindarkan seseorang dari tren kecantikan yang tidak diperlukan atau sekadar rasa takut tertinggal tren (FOMO). Produk yang memberikan hasil maksimal pada orang lain belum tentu memberikan efek yang sama pada kulit sendiri.
"Jangan karena orang lain pakai suatu produk, kamu jadi ikut-ikutan pakai produk itu juga," ujar Delfianti.
Optimalisasi Penyerapan Produk Perawatan
Proses penyerapan formula perawatan ke dalam kulit membutuhkan kondisi permukaan yang mendukung agar hasilnya dapat bekerja secara maksimal. Oleh karena itu, kelembapan wajah harus tetap terjaga setelah fase pembersihan selesai dilakukan.
Delfianti menegaskan bahwa tahap skin preparation menjadi kunci agar rangkaian skincare yang digunakan bekerja lebih efektif.
"Misalkan serum yang mau kita pakai ini mahal dan bagus sekalipun jadi terasa sia-sia kalau dipakai saat kulit kering sebab penetrasi produknya tidak maksimal," kata Delfianti.
Persiapan kulit tersebut dapat diaplikasikan dengan membasuh wajah menggunakan cairan toner yang menghidrasi sesaat setelah dibersihkan. Langkah ini bertujuan menjaga kelembapan agar kulit siap menerima tahapan perawatan selanjutnya.