Al-Qur'an memberikan penjelasan mengenai gambaran keindahan surga beserta segala kenikmatan di dalamnya. Salah satu nikmat yang diterangkan adalah keberadaan bidadari-bidadari surga yang disediakan bagi laki-laki saleh.
Dikutip dari Detikcom, para bidadari surga digambarkan memiliki rupa yang cantik dan akhlak yang baik. Mereka selalu berada dalam penjagaan Allah SWT sampai waktu pertemuan dengan suami mereka tiba.
Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ar-Rahman ayat 70:
فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ ٧٠
Artinya: "Di dalamnya ada (bidadari) yang mulia (akhlaknya) lagi jelita." (QS Ar-Rahman: 70)
Keindahan dan kesucian mereka juga ditegaskan dalam kelanjutan surah tersebut melalui firman-Nya:
فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ fَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ rَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ
Artinya: "Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)? Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan." (QS Ar-Rahman: 56-58)
Berdasarkan catatan sejumlah kitab tafsir, bidadari surga akan menjadi pasangan bagi para pria penghuni surga. Keadaan bidadari ini masih gadis perawan dan belum pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.
Beberapa ayat Al-Qur'an secara spesifik hanya menyebutkan istilah "bidadari" untuk kaum laki-laki yang bertakwa. Sebaliknya, istilah "bidadara" bagi kaum wanita tidak ditemukan dalam teks kitab suci.
Walaupun kata "bidadara" tidak tercantum dalam Al-Qur'an saat membahas nikmat surga, hal tersebut tidak berarti Allah SWT tidak menyediakan pasangan bagi kaum wanita.
Melalui penjelasan dalam Kitab Fikih Sehari-hari karya A.R. Shohibul Ulum, kaum wanita pada umumnya mengikuti laki-laki. Ketika laki-laki dijanjikan bidadari, Allah SWT pada saat yang sama juga menjanjikan kebaikan besar serta kedudukan mulia bagi wanita beriman.
Para wanita di dunia akan dipertemukan kembali dengan suami mereka di surga untuk menjadi pasangan yang abadi. Bahkan, wanita salihah yang berhasil memasuki surga bakal memperoleh kedudukan tinggi yang melampaui bidadari.
Apabila amal ibadah mereka baik, tingkat kecantikan wanita dunia ini akan berada jauh di atas bidadari surga. Mereka bahkan dapat membuat para bidadari cemburu karena amal serta kepatuhan yang mereka tunjukkan kepada suami selama di dunia.
Nasib Wanita yang Belum Menikah di Dunia
Persoalan mengenai nasib wanita yang belum sempat menikah di dunia, atau yang suaminya masuk neraka, juga memiliki kejelasan. Mereka akan dipasangkan dengan laki-laki penghuni surga, termasuk pria yang belum pernah menikah saat di dunia.
Kondisi ini bersandar pada sebuah hadis yang menyatakan bahwa tidak ada penghuni surga yang hidup melajang.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
"Tidak ada seorang pun yang membujang di surga." (HR Muslim)
Penjelasan dari Syekh Abdullah bin Qasim Al-Qasimi dalam Kitab An-Na'im Al-Jinsi Li Ahli Al-Jannah menyebutkan bahwa laki-laki yang menjadi pasangan bagi wanita mukmin tersebut berasal dari golongan manusia dunia yang masuk surga.
Syekh Abdullah bin Qasim Al-Qasimi memaparkan perkara tersebut sebagaimana diterjemahkan oleh Masturi Irham Munawar dan Malik Supar:
"With demikian seluruh perempuan surga dari golongan dunia akan bersuamikan lelaki dunia, tidak yang lain. Tidak ada keterangan dalam nash-nash yang menyatakan bahwa di surga terdapat golongan lelaki selain laki-laki dunia, kecuali yang dikabarkan Allah dalam Al-Qur'an yaitu golongan anak-anak yang abadi, akan tetapi mereka untuk melayani, bukan untuk dijadikan pasangan,"