Kemenbud Percepat Pengajuan Seni Ukir Jepara Jadi Warisan UNESCO

Kemenbud Percepat Pengajuan Seni Ukir Jepara Jadi Warisan UNESCO

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) tengah mengambil langkah strategis untuk mempercepat status seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Tradisi kriya yang menjadi ikon daerah tersebut didorong agar segera mendapatkan pengakuan di level internasional.

Seperti dilansir dari Lifestyle, seni ukir Jepara sebenarnya telah menyandang status sebagai warisan budaya takbenda di tingkat nasional sejak 2015. Pengakuan tersebut menjadi fondasi kuat bagi Pemerintah Indonesia dalam menyiapkan dokumen nominasi menuju UNESCO Intangible Cultural Heritage (ICH).

Selain memiliki nilai historis dan budaya yang kental, seni ukir ini memegang peran krusial dalam struktur ekonomi kreatif lokal. Tradisi memahat kayu ini bukan sekadar ekspresi seni, melainkan tumpuan hidup banyak perajin sekaligus pelindung identitas daerah dari tekanan globalisasi.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyusun formula terbaik guna mengatasi kendala birokrasi internasional. Salah satu hambatan utama yang dihadapi adalah pembatasan jumlah usulan yang diberlakukan oleh UNESCO.

"Kami sedang memproses, karena pendaftaran atau inskripsi di UNESCO untuk single nomination itu satu negara hanya dua tahun sekali," kata Fadli Zon saat menghadiri pembukaan pameran TATAH di Jakarta Pusat, Rabu 29 April 2026.

Guna menyiasati keterbatasan kuota tersebut, pendekatan pelindungan atau safeguarding menjadi opsi prioritas. Langkah ini dinilai mendesak karena regenerasi perajin mulai menunjukkan tren penurunan minat di kalangan generasi muda.

"Kami akan cari jalan melalui pendekatan safeguarding, karena ini penting. Peminatnya semakin sedikit, mudah-mudahan prosesnya bisa lebih cepat," ujar Fadli Zon.

Peluang Kolaborasi Internasional

Pemerintah juga mempertimbangkan skema kerja sama dengan negara lain yang memiliki akar tradisi serupa. Kolaborasi ini memungkinkan pengajuan melalui jalur joint nomination yang sering kali memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi di UNESCO.

"Kalau untuk extension juga kita jajaki, mungkin bisa bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki kesamaan tradisi dalam melestarikan seni ukir," kata Fadli Zon.

Fadli menegaskan bahwa orientasi utama dari upaya ini tidak berhenti pada sekadar sertifikat pengakuan global. Fokus jangka panjang pemerintah adalah memastikan keberlanjutan tradisi tersebut sebagai warisan yang terus hidup di tengah masyarakat atau living heritage.

"Dengan menjadi living heritage, kita harapkan semakin banyak masyarakat yang mengapresiasi," ujar Fadli Zon.

Inisiatif menuju pengakuan dunia ini merupakan bagian dari visi besar pelestarian kekayaan budaya Nusantara. Pemerintah berharap posisi seni ukir Jepara semakin kokoh di kancah global demi menjamin kelestariannya untuk generasi mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi