Manajemen Manchester United dipastikan harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar tagihan gaji pemain pada musim depan. Hal ini merupakan dampak langsung dari keberhasilan klub berjuluk Setan Merah tersebut kembali berkompetisi di Liga Champions.
Kepastian posisi di kompetisi antarklub tertinggi Eropa itu didapat setelah Manchester United meraih kemenangan 2-1 atas Liverpool pekan lalu. Hasil tersebut mengunci posisi mereka di zona lima besar klasemen akhir Liga Inggris.
Dilansir dari Detik Sport, Manchester United saat ini mengoleksi 64 poin dari 35 pertandingan dan menempati peringkat ketiga. Perolehan poin tersebut sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh Bournemouth yang berada di posisi keenam.
Kembalinya Manchester United ke panggung Liga Champions setelah absen selama tiga tahun menjadi angin segar bagi sisi finansial klub. Selama absen dari kompetisi tersebut, laporan keuangan klub dilaporkan mengalami tekanan yang cukup signifikan.
Kondisi keuangan yang terdampak sebelumnya memaksa adanya kebijakan pemotongan gaji pemain dengan besaran yang bervariasi. Namun, situasi tersebut kini berbalik seiring kepastian pendapatan dari hak siar dan bonus Liga Champions.
Laporan dari Guardian menyebutkan bahwa para pemain di skuad utama akan menerima kenaikan upah sebesar 25 persen. Kebijakan ini merupakan bagian dari klausul kontrak yang telah disepakati sebelumnya, bukan sekadar pemberian bonus.
Meski demikian, persentase kenaikan tersebut tidak berlaku merata untuk seluruh anggota tim. Hanya ada tiga pemain yang dipastikan mendapat kenaikan signifikan, yaitu Bruno Fernandes, Harry Maguire, dan Kobbie Mainoo.
Harry Maguire dan Kobbie Mainoo mendapatkan penyesuaian tersebut karena status mereka yang baru saja menandatangani kontrak baru. Sementara itu, pemain lain memiliki persentase kenaikan yang beragam, bahkan ada yang tidak mengalami kenaikan sama sekali.
Sistem penggajian di Old Trafford memang menerapkan klausul fluktuatif. Gaji pemain akan otomatis dipotong jika klub gagal menembus kompetisi Eropa, dan sebaliknya akan naik jika target kompetisi tersebut tercapai.
Struktur Pemain Bergaji Tinggi
Saat ini, Casemiro tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi di skuad dengan nilai 350 ribu paun per pekan. Namun, gelandang asal Brasil tersebut dikabarkan akan meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas mendatang.
Setelah Casemiro, posisi kedua pemain dengan bayaran tertinggi ditempati oleh Bruno Fernandes yang menerima 300 ribu paun setiap pekannya. Angka ini kemungkinan besar akan mengalami penyesuaian sesuai klausul Liga Champions.
Selain penyesuaian gaji, manajemen juga berencana merampingkan skuad dengan melepas sejumlah nama. Beberapa pemain dengan gaji tinggi namun dinilai minim kontribusi masuk dalam daftar jual klub untuk menjaga keseimbangan neraca keuangan.
Nama-nama seperti Jadon Sancho, Tyrell Malacia, Marcus Rashford, hingga penjaga gawang Andre Onana disebut sebagai pemain yang berpotensi dilepas. Langkah ini diambil untuk menekan beban pengeluaran klub di tengah kenaikan gaji para pemain pilar lainnya.