Keamanan akun WhatsApp sangat bergantung pada kontrol pengguna terhadap perangkat yang digunakan sehari-hari. Meski Meta telah menerapkan enkripsi end-to-end, celah keamanan tetap bisa terbuka akibat kelalaian atau akses fisik pihak lain.
Dilansir dari Suara, terdapat beberapa sinyal kuat yang menunjukkan bahwa akun WhatsApp seseorang sedang dipantau atau dikendalikan oleh orang lain. Pengguna perlu mengenali tanda-tanda ini untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan data pribadi.
Salah satu indikator utama penyadapan adalah adanya perangkat asing yang terhubung melalui fitur WhatsApp Web atau Multi-Device. Pengguna disarankan secara rutin memeriksa menu Perangkat Tertaut pada pengaturan aplikasi.
Apabila ditemukan sistem operasi seperti Windows atau macOS yang tidak dikenali atau berada di lokasi asing, itu menjadi peringatan serius. Aktivitas ini menunjukkan bahwa seseorang telah memindai kode QR akun tanpa izin.
Munculnya pesan atau status misterius juga menjadi tanda yang sangat jelas. Jika terdapat pesan terkirim yang tidak pernah ditulis atau unggahan status yang tiba-tiba muncul, hampir dipastikan akun tersebut berada di bawah kendali pihak luar.
Selain itu, penggunaan spyware modern sering kali bekerja di latar belakang sistem perangkat. Mengutip laporan keamanan Meta, keberadaan aplikasi ilegal ini biasanya memicu konsumsi daya baterai yang sangat drastis karena terus-menerus mengirimkan data ke server luar.
Langkah Darurat Mengatasi Penyadapan
Langkah pertama yang harus dilakukan jika menemukan kejanggalan adalah segera keluar dari semua perangkat yang tertaut. Pengguna cukup masuk ke menu Perangkat Tertaut, memilih perangkat mencurigakan, lalu menekan opsi Keluar atau Log Out.
Tindakan tersebut akan secara instan memutus akses pihak penyadap yang menggunakan WhatsApp Web maupun versi desktop. Setelah itu, penguatan keamanan akun menjadi hal yang wajib dilakukan segera.
Verifikasi dua langkah atau 2FA merupakan benteng perlindungan terkuat yang disediakan aplikasi. Melalui menu Setelan, Akun, lalu Verifikasi Dua Langkah, pengguna bisa mengaktifkan PIN 6 digit sebagai kode rahasia tambahan.
Fitur ini akan mengganjal siapapun yang mencoba masuk ke akun di perangkat baru karena mereka akan dimintai kode rahasia tersebut. Penggunaan fitur biometrik seperti Sidik Jari atau Face ID juga sangat disarankan untuk mencegah pemindaian QR Code secara fisik.
Guna menjaga integritas akun, sangat penting untuk menjaga kerahasiaan kode pendaftaran. Agar akun WA terhindar dari penyadapan, selalu ingat pesan resmi WhatsApp: "Jangan pernah membagikan kode pendaftaran atau PIN verifikasi dua langkah kepada siapa pun."