Kreator konten travel Andy Garcia mengungkapkan tren peralihan dokumentasi perjalanan dari perangkat kamera profesional ke smartphone karena faktor praktis dan fungsionalitas yang mumpuni. Pernyataan tersebut disampaikan dalam lokakarya Galaxy S26 Ultra di Hanoi, Vietnam, pada Senin (5/5/2026), sebagaimana dilansir dari Tekno.
Penggunaan perangkat keras yang terlalu banyak dinilai Andy dapat mengurangi kenyamanan serta esensi dari pengalaman melakukan perjalanan itu sendiri. Hal ini disebabkan fokus kreator lebih banyak tersita pada teknis pengambilan gambar dibandingkan menikmati momen yang ada di lokasi.
"Dengan bawa alat sebanyak itu, yang saya ingat cuma kesusahannya. Memori pada saat lagi traveling jadi hilang," kata Andi, kreator konten travel.
Andy Garcia menjelaskan bahwa teknologi kamera ponsel pintar saat ini sudah sangat berkembang untuk mendukung kebutuhan publikasi di media sosial tanpa harus membawa beban berat. Perangkat mobile terkini dianggap mampu menghasilkan kualitas visual yang sangat mendekati kamera mirrorless.
"Handphone sekarang udah memiliki fitur-fitur tertentu yang bisa ngeproduksi 95 sampai 98 persen mirip dengan kamera mirrorless," tutur Andy, kreator konten travel.
Manajemen peralatan menjadi poin penting karena membawa terlalu banyak gear memerlukan ruang penyimpanan besar di tas maupun koper. Selain masalah tempat, pemilik juga harus memberikan perhatian ekstra terhadap keamanan serta pengisian daya baterai banyak perangkat sekaligus.
"Fokusnya jadi bukan di travel, tapi ngejar konten," ujar Andy, kreator konten travel.
Tren di media sosial saat ini juga mengalami pergeseran di mana penonton lebih menyukai konten yang bersifat natural dibandingkan hasil penyuntingan yang terlalu sinematik. Keautentikan sebuah video menjadi nilai tambah bagi audiens untuk merasakan pengalaman asli sang kreator.
"Orang tuh lebih expect yang raw, authentic, sama simple," kata Andy, kreator konten travel.
Untuk fleksibilitas penyuntingan warna, Andy memanfaatkan fitur format video LOG yang tersedia pada perangkat Galaxy S26 Ultra. Format ini memberikan keleluasaan dalam mengatur bayangan hingga gradasi warna sesuai dengan karakter visual yang diinginkan.
"Lebih fleksibel karena kalau LOG itu semuanya flat. Jadi kita bisa edit sesuai kebutuhan," jelas Andy, kreator konten travel.
Penggunaan lensa tele juga disarankan untuk memotret bangunan ikonik guna mendapatkan efek kompresi yang membuat latar belakang tampak lebih dekat. Selain itu, pengambilan foto dengan resolusi tinggi seperti mode 200 MP memungkinkan pengaturan komposisi atau pemotongan gambar dilakukan setelah momen tertangkap tanpa mengurangi ketajaman.
"Buat subyek dan bakcground yang jauh, kalau pakai lens hasilnya jadi lebih dekat," tutur Andy, kreator konten travel.
Pemanfaatan fitur kecerdasan buatan seperti pencarian lokasi dan terjemahan langsung turut mempermudah navigasi selama di luar negeri. Andy menekankan bahwa integrasi teknologi tersebut telah mengubah cara kerjanya dalam mengeksplorasi destinasi wisata selama dua tahun terakhir.
"Jadi lebih menarik fotonya, hasilnya lebih pleasing to eye," jelas Andy, kreator konten travel.
Andy juga menyoroti efisiensi perpindahan data antarperangkat untuk mempercepat proses produksi konten sebelum diunggah. Integrasi antara ponsel dan komputer memungkinkan transfer berkas berukuran besar dilakukan secara instan tanpa ketergantungan pada kabel data.
"Tiga hal yang pasti nggak mungkin nggak dipakai kalau traveling. Sudah saya praktekan selama dua tahun terakhir, dan ini life changing," jelas Andy, kreator konten travel.
"Sekarang tinggal di-transfer aja dari HP ke laptop, dan vice versa," tutup Andy, kreator konten travel.