Kehilangan buah hati untuk selama-lamanya merupakan ujian yang sangat berat bagi setiap orang tua. Meski kesedihan yang dirasakan begitu mendalam, umat Islam dianjurkan untuk tetap ikhlas dan sabar dalam menerima ketetapan Allah SWT.
Sikap sabar dalam menghadapi musibah besar ini memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Dilansir dari Cahaya, terdapat sejumlah keutamaan bagi orang tua yang mampu melewati masa sulit tersebut dengan penuh ketabahan.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT telah menyiapkan balasan yang luar biasa besar bagi mereka. Salah satu janji utama bagi orang tua yang rida atas wafatnya anak adalah jaminan masuk ke dalam surga.
Hal tersebut ditegaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah:
ุนู ุฃูุณ ุฑุถู ุงููู ุนูู ูุงู ูุงู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ู ูุง ู ููู ู ูุณูููู ู ููู ููุชู ูููู ุซููุงูุซูุฉู ููู ู ููุจูููุบููุง ุงููุญูููุซู ุฅููุงูู ุฃูุฏูุฎููููู ุงูููู ุงูุฌููููุฉู ุจูููุถููู ุฑูุญูู ูุชููู ุฅููููุงููู ู ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู ูุงููุณุงุฆู ูุงุจู ู ุงุฌุฉ
"Dari sahabat Anas ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, โTiada seorang muslim yang ditinggal meninggal dunia oleh 3 anaknya yang belum mencapai dewasa melainkan Allah akan memasukannya ke dalam surga oleh kemurahan rahmat-Nya terhadap mereka,โ" (HR Bukhari, Muslim, An-Nasaโi, dan Ibnu Majah).
Selain pahala surga, anak yang telah berpulang lebih dahulu dipercaya akan menunggu orang tua mereka di akhirat. Keberadaan mereka menjadi perantara atau penyebab orang tuanya mendapatkan rahmat untuk masuk surga.
Penjelasan mengenai hal ini disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:
ุนููู ุงุจููู ุนูุจููุงุณู ุฑุถู ุงููู ุฃูููููู ุณูู ูุนู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููููููู ู ููู ููุงูู ูููู ููุฑูุทูุงูู ู ููู ุฃูู ููุชูู ุฃูุฏูุฎููููู ุงูููููู ุจูููู ูุง ุงููุฌููููุฉู ููููุงููุชู ูููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนูููููุง ููู ููู ููุงูู ูููู ููุฑูุทู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ููุงูู ููู ููู ููุงูู ูููู ููุฑูุทู ููุง ู ููููููููุฉู. ููุงููุชู ููู ููู ููู ู ูููููู ูููู ููุฑูุทู ู ููู ุฃูู ููุชูููุ ููุงูู ููุฃูููุง ููุฑูุทู ุฃูู ููุชูู ูููู ููุตูุงุจููุง ุจูู ูุซูููู ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู
"Dari sahabat Ibnu Abbas ra, ia mendengar Rasulullah saw bersabda, โSiapa saja yang memiliki dua anak yang menunggu (di akhirat karena meninggal lebih dulu) di kalangan umatku, niscaya Allah memasukkannya ke surga sebab keduanya.โ Aisyah bertanya, โKalau hanya seorang anak yang meninggal Ya Rasulullah?โ โDemikian juga orang tua yang memiliki seorang anak yang meninggal Wahai perempuan yang mendapat taufiq,โ jawab Rasulullah. โKalau tidak memiliki anak meninggal di kalangan umatmu?โ โAku yang akan menyambut umatku dan mereka tidak akan merasakan musibah seperti (penderitaan yang) kurasakan,โ" (HR At-Tirmidzi).
Ketetapan ini menunjukkan bahwa kehilangan satu orang anak pun tetap bisa menjadi jalan datangnya kasih sayang Allah bagi mereka yang mampu berserah diri. Kemuliaan lain yang disiapkan adalah sebuah bangunan istana khusus di surga.
Istana tersebut dinamakan Baitul Hamdi, yang secara khusus dibangun bagi hamba yang tetap memuji Allah meski sedang dirundung duka mendalam. Keutamaan ini termaktub dalam hadis berikut:
ุนููู ุฃูุจูู ู ููุณูู ุงูุฃูุดูุนูุฑูููู ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููููู ุฅูุฐูุง ู ูุงุชู ููููุฏู ููุนูุจูุฏูุ ููุงูู ุงูููููู ุนูุฒูู ููุฌูููู ููู ููุงุฆูููุชููู: ุฃูููุจูุถูุชูู ู ููููุฏู ุนูุจูุฏููุ ูููููููููููููู: ููุนูู ูุ ูููููููููู: ุฃูููุจูุถูุชูู ู ุซูู ูุฑูุฉู ููุคุงุฏูููุ ูููููููููููููู: ููุนูู ูุ fููููููููู: ููู ุง ููุงูู ุนูุจูุฏููุ ูููููููููููููู: ููุญูู ูุฏููู ูุงุณูุชูุฑูุฌูุนูุ ูููููููููู: ุงุจููููุง ููุนูุจูุฏูู ุจูููุชูุง ููู ุงููุฌููููุฉูุ ููุณูู ููููู ุจูููุชู ุงููุญูู ูุฏู ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู ูุงุจู ุญุจุงู
"Dari sahabat Abu Musa Al-Asyโari ra, Rasulullah bersabda, โBila anak seorang meninggal dunia, Allah bertanya kepada para malaikat, โApakah kalian mengambil anak hamba-Ku?โ Mereka menjawab, โBetul.โ โApakah kalian merenggut buah hatinya?โ tanya Allah. โBenar,โ jawab mereka. โLalu apa tanggapan hamba-Ku?โ โIa memuji-Mu dan mengembalikan urusan ini kepada-Mu,โ jawab mereka. โDirikanlah sebuah istana di surga untuk hamba-Ku. Namailah rumah itu โBaitul Hamdi,โ perintah Allah,โ" (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Anak sejatinya adalah titipan sekaligus anugerah yang membawa kebahagiaan dalam keluarga. Kepergian mereka memang menyisakan kepedihan, namun Islam mengajarkan bahwa di balik kesabaran terdapat pahala luar biasa.