Kisah Mantan Pramugari Garuda Indonesia Viral Usai Bagikan Transisi Kehidupan

Kisah Mantan Pramugari Garuda Indonesia Viral Usai Bagikan Transisi Kehidupan

Sebuah unggahan video dari akun Instagram @faizahwiska mendadak viral di media sosial setelah memperlihatkan transisi drastis kehidupan seorang mantan pramugari. Konten tersebut menyita perhatian netizen hingga ditonton lebih dari 5,4 juta kali, seperti dilansir dari Wolipop.

Tayangan itu menampilkan potret masa kini seorang ibu berpakaian kasual dan hijab yang sibuk mengasuh anak-anaknya. Suasana berubah haru saat video beralih menunjukkan kilas balik masa muda, mulai dari pelatihan pramugari dengan seragam Garuda Indonesia hingga foto-foto di tempat ikonik dunia seperti Big Ben London, Menara Jam Makkah, dan Tembok Besar China.

"Koq aku nangis ya ngeditnya #mantanpramugari," tulisnya dalam kolom keterangan.

Banjir dukungan dari warganet segera memenuhi kolom komentar unggahan tersebut karena merasa terharu dengan kisah yang dibagikan.

"Ga ada yang salah. You are the strongest, prettiest, perfect mom to your kids❤️," kagum akun @roselsoe.

"Masya Allah keren banget sih kak kamu 🥹❤️," takjub akun @ayupn_2.

"Peluk erat dan hangat untuk kamu perempuan luar biasa. Semoga do'a2 yang kamu panjatkan lekas terkabul. Aamiin ❤️," saut akun @widyacatlady.

Pemilik video bernama lengkap Aizah Wiska (37 tahun) mengungkapkan cerita mendalam di balik pembuatan konten tersebut. Wanita yang akrab disapa Iza ini menyatakan bahwa unggahan itu muncul dari proses pribadinya yang tengah berupaya menerima kenyataan hidup saat ini.

Iza menjelaskan dirinya mulai bekerja di maskapai Garuda Indonesia pada Desember 2010. Setelah sepuluh tahun menjalani profesi di dunia penerbangan, ia akhirnya memilih untuk resign pada November 2020.

"Sebenarnya aku lagi di fase berusaha berdamai dengan diri sendiri. Memutuskan resign tapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan rencanaku. Sempat ada penyesalan, tapi perlahan aku sadar mungkin ini cara Tuhan untuk menundukkan kepalaku," ungkap Iza jujur kepada Wolipop.

Ibu rumah tangga yang menetap di Padang, Sumatra Barat ini mengakui masa lalunya dengan penghasilan tinggi sempat menjadi ujian bagi egonya dalam kehidupan pernikahan.

"Aku yang dulu gajinya mungkin terbilang banyak, tapi di situlah cobaannya. Aku jadi nggak menghargai suamiku. Sekarang mungkin kami lagi ada cobaan ekonomi di mana suamiku bangkrut, tapi insya Allah kami bisa belajar untuk saling memahami," lanjut anak ketiga dari lima bersaudara ini.

Menemukan Ketenangan dari Pengalaman Kerja

Tantangan finansial yang melanda keluarganya dihadapi Iza dengan mencoba mengubah cara pandang. Dirinya percaya bahwa seluruh dinamika di dalam biduk rumah tangga merupakan skenario terbaik dari Sang Pencipta.

Pengalaman satu dekade sebagai kru kabin di maskapai pelat merah diakui membentuk mentalnya menjadi lebih tangguh. Bagi Iza, ragam tekanan yang didapatkan di masa lalu bertindak sebagai media pembelajaran terbaik.

"Pengalaman yang paling berharga adalah saat memulai dari nol. Pernah bingung, pernah salah, bahkan pernah dimarahi senior. Tapi dari semua proses itu, aku belajar, tumbuh, dan akhirnya paham bahwa dunia kerja memang tidak selalu mudah. Justru dari tekanan dan tantangan itulah banyak pelajaran berharga yang membentuk diriku hari ini," kenangnya.

Melalui dinamika kehidupan yang berat, Iza menyelipkan pesan motivasi bagi kaum perempuan yang sedang berada di situasi serupa atau merasakan penyesalan yang sama.

"Menangis di saat terjatuh itu wajar, tapi berusahalah bangkit. Lakukanlah apapun yang kamu bisa. Berusaha berdamai dengan hal yang menyakitkan, maafkan karena di situlah sumber ketenangan," pesannya hangat.

Respons negatif dari netizen juga sempat menghampiri Iza sejak videonya viral di jagat maya.

"Dulu, setiap komentar negatif terasa menyakitkan dan sering membuat hati tidak tenang," ungkap Iza.

Kini dirinya berupaya menyikapi penilaian orang lain secara bijak dan menganggap perbedaan sudut pandang sebagai hal wajar.

"Mereka berhak memiliki pendapat, sementara kita berhak memilih untuk tetap melangkah tanpa kehilangan diri sendiri," tambahnya.

Iza turut menyoroti krusialnya kemandirian finansial bagi perempuan, termasuk bagi mereka yang berstatus sebagai ibu rumah tangga penuh.

"Meskipun bergelar ibu rumah tangga, perempuan itu wajib punya penghasilan. Karena yang aku alami, kalau kita punya penghasilan, orang lebih menghargai kita. Dan jangan pernah berhenti berpikiran positif kepada Allah, karena apapun yang kita pikirkan Insya Allah terjadi," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi