Kisah Perjalanan Mudik Keluarga Bersama Land Rover Tua Bernama Tohaga

Kisah Perjalanan Mudik Keluarga Bersama Land Rover Tua Bernama Tohaga

Pengalaman perjalanan sederhana menggunakan kendaraan tua sering kali menjadi memori yang paling berkesan dan sulit dilupakan dalam sejarah hidup seseorang.

Seperti dilansir dari Katanetizen, sebuah kisah menarik muncul dari pengalaman mudik keluarga antara tahun 2010 hingga 2016 yang menempuh rute dari Depok menuju Bandung.

Fokus utama dalam perjalanan ini bukanlah kemewahan, melainkan kehadiran sebuah mobil Land Rover tua yang akrab disapa dengan nama Tohaga.

Bagi pemiliknya, Tohaga bukan sekadar alat transportasi biasa, melainkan sudah dianggap sebagai bagian integral dari keluarga besar mereka.

Mobil yang usianya hampir setara dengan pemiliknya ini telah menemani momen-momen krusial, mulai dari kelahiran anak pertama hingga menjemput anak bungsu dari rumah sakit.

Nama Tohaga sendiri dipilih karena mencerminkan karakteristik kendaraan tersebut yang memiliki perawakan tinggi, besar, serta tenaga yang sangat kuat.

Kisah unik sering terjadi saat kendaraan ini melintasi area militer di Cijantung, di mana para prajurit kerap memberikan hormat karena mengira penumpangnya adalah pejabat tinggi.

Tantangan Berkendara Tanpa Fasilitas Modern

Melakukan perjalanan jauh dengan mobil klasik tentu memberikan tantangan tersendiri yang tidak ditemukan pada kendaraan keluaran terbaru saat ini.

Tohaga tidak dilengkapi dengan sistem pendingin udara atau AC, sehingga pemiliknya mengandalkan ventilasi alami yang mereka sebut sebagai sistem "angin gelebug".

Pemilihan waktu keberangkatan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB menjadi strategi utama untuk menghindari suhu panas yang menyengat di dalam kabin aluminium.

Bahkan saat cuaca hujan, air sering kali merembes masuk ke dalam ruang kemudi, menciptakan pengalaman unik berupa sensasi kehujanan di dalam mobil.

Kejadian Tak Terduga di Jalur Mudik

Ketangguhan Tohaga sempat diuji saat mesinnya tiba-tiba mati mendadak setelah melewati gerbang tol Cikarang Utama dalam kondisi arus lalu lintas yang padat.

Petugas jalan tol bahkan harus mengerahkan delapan orang personel hanya untuk mendorong mobil tersebut ke bahu jalan karena bobotnya yang sangat berat.

Masalah tersebut ternyata bersumber dari komponen koil yang mengalami panas berlebih (overheat) akibat durasi perjalanan dan beban kendaraan yang cukup tinggi.

Solusi yang diterapkan pun sangat manual, yakni mendinginkan komponen tersebut menggunakan kain basah sebelum akhirnya mesin kembali menyala dengan normal.

Saat berhenti di area istirahat KM 88 Tol Cipularang, mobil tua ini sering kali menjadi pusat perhatian pengunjung lain yang ingin berfoto atau sekadar melihat dari dekat.

Bagi keluarga ini, setiap kendala dan perhatian yang muncul di sepanjang jalan justru menjadi bumbu cerita yang mempererat ikatan kebersamaan mereka setiap tahun.

Setibanya di Bandung, kehadiran Tohaga selalu dinanti oleh keluarga besar sebagai simbol kehangatan dan kesabaran dalam menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman.

Artikel terkait

Rekomendasi