Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melayangkan kritik tajam terhadap pola komunikasi dan struktur sumber daya manusia perusahaan teknologi raksasa atau hyperscaler di Indonesia pada Rabu (29/4/2026). Pemerintah menilai koordinasi investasi infrastruktur digital selama ini berjalan tanpa melibatkan kementerian sektoral secara langsung.
Kesenjangan informasi mengenai realisasi investasi pada sektor pusat data dan komputasi awan menjadi poin utama keberatan pemerintah. Sebagaimana dilansir dari Teknologi, ketertutupan ini dinilai dapat mengaburkan peta jalan pembangunan infrastruktur digital nasional yang tengah disusun oleh regulator.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, mengungkapkan bahwa Google sebenarnya telah menyatakan komitmen investasinya sejak tahun 2019. Namun, ia menyayangkan proses pelaksanaan di lapangan yang dianggap tidak transparan kepada kementeriannya.
"Google seolah tidak melihat keberadaan kami karena investasi tersebut tidak melalui kami," ujar Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi.
Denny menjelaskan bahwa ketiadaan koordinasi satu pintu ini menyulitkan pemerintah dalam memahami urgensi serta arah pengembangan bisnis para pemain global. Ia mendesak adanya keterbukaan informasi yang lebih baik demi sinkronisasi kebijakan pemerintah dan pelaku industri.
"Tanpa penjelasan langsung, kami sulit memahami peta jalannya," kata Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi.
Kritik tersebut tidak hanya dialamatkan kepada satu pihak, melainkan kepada seluruh pemain hyperscaler yang terlibat dalam proyek strategis nasional. Hal ini termasuk pembangunan kabel bawah laut yang sering kali dijalankan melalui kemitraan dengan perusahaan lokal tanpa laporan formal ke pihak regulator.
Selain aspek infrastruktur, Komdigi menaruh perhatian serius pada rendahnya representasi tenaga kerja lokal pada posisi manajemen strategis di kantor representasi Indonesia. Denny menegaskan bahwa pelibatan talenta domestik dalam jajaran pimpinan adalah syarat mutlak bagi keseriusan perusahaan global di pasar tanah air.
"Saat ini, Google Indonesia hanya memiliki sedikit representasi orang lokal. Saya meminta keseriusan dari setiap hyperscaler yang masuk ke negara ini. Komitmen ini harus lebih dari sekadar angka," tutur Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi.
Menanggapi pernyataan tersebut, pihak perusahaan teknologi global yang hadir memberikan respons singkat atas poin-poin keberatan yang disampaikan oleh perwakilan pemerintah.
“Understand, pak,” kata Yun Pang, Principal Architect Google Indonesia.