Pelatih KRC Genk Nicky Hayen merombak lini pertahanan dengan mempercayakan posisi bek tengah kepada pemain muda Josue Kongolo dalam kompetisi Europe Play-Offs pada Mei 2026. Langkah berisiko ini diambil setelah performa lini belakang tim dinilai kurang stabil sepanjang musim akibat rapuhnya pertahanan dan badai cedera pemain utama.
Perubahan strategi tersebut membawa dampak positif setelah tim mencatatkan dua kali tanpa kebobolan secara beruntun termasuk saat menahan imbang Standard Liege pada Sabtu lalu. Dilansir dari sepak bola voetbalnieuws.be, Kongolo yang baru berusia 20 tahun tampil sebagai pembeda di lini belakang bersama bek muda lainnya Matte Smets dan penjaga gawang Lucca Brughmans yang masih berumur 17 tahun.
Mantan pemain tim nasional Belgia Steven Defour memberikan pujian tinggi atas performa menonjol yang ditunjukkan oleh bek muda berbakat tersebut di tengah pendekatan permainan pragmatis klub. Melalui ulasannya di Het Belang van Limburg yang dikutip redactie24.be, Defour menilai keputusan menerapkan formasi bertahan merupakan langkah darurat pelatih demi mengamankan poin krusial.
"Dit werkt alleen als noodoplossing voor de laatste wedstrijden van het seizoen", ujar Steven Defour, Analis Sepak Bola.
Defour menambahkan bahwa sistem bermain defensif ini terpaksa diterapkan karena absennya Heymans, meskipun gaya tersebut sangat bertolak belakang dengan karakter asli permainan ofensif Genk. Kehadiran Kongolo dianggap menjadi berkah di tengah situasi sulit karena ia mampu menunjukkan kematangan bermain yang luar biasa melebihi ekspektasi tim.
"De grote uitblinker bij Genk vond ik Josué Kongolo", kata Steven Defour, Analis Sepak Bola.
Kemampuan adaptasi yang cepat membuat sang analis meyakini bahwa pemain bertinggi besar tersebut berpotensi menjadi komoditas transfer yang bernilai sangat tinggi bagi klub di masa depan. Atribut fisik dan visi bermain sang pemain bahkan mulai disandingkan dengan mantan bintang lapangan tengah mereka terdahulu.
"Hij is groot, voetbalt met een natuurlijke flair en heeft een goede inspeelpass", kata Steven Defour, Analis Sepak Bola.
Keberhasilan Kongolo menembus skuat utama dilaporkan bakal mengancam masa depan bek senior Mujaid Sadick yang kehilangan tempat utamanya sejak dibekap cedera panjang. Kendati Sadick masih terikat kontrak hingga pertengahan tahun 2028, manajemen klub dilaporkan membuka peluang untuk melepas pemain berusia 26 tahun tersebut pada bursa transfer musim panas mendatang.