Manajemen Manchester City dilaporkan tengah berada dalam tahap negosiasi lanjutan untuk menunjuk Enzo Maresca sebagai manajer baru menjelang musim 2026-2027. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kepergian Pep Guardiola yang diperkirakan bakal meninggalkan posisinya setelah pertandingan pamungkas musim ini melawan Aston Villa di Stadion Etihad.
Dilansir dari BBC Sport pada Selasa (19/5/2026), proses komunikasi dengan Maresca berjalan lancar karena juru taktik berusia 46 tahun tersebut tertarik untuk mengambil alih kursi kepelatihan. Mantan pelatih Chelsea berkebangsaan Italia itu sebelumnya pernah mengabdi di City sebagai asisten Guardiola pada musim 2022-2023 serta sempat menangani tim akademi klub.
Sebelum dihubungkan kembali dengan City, Maresca membawa Leicester City promosi ke Liga Utama Inggris sebelum akhirnya pindah ke Chelsea untuk meraih trofi Liga Konferensi dan Piala Dunia Antarklub. Perselisihan dengan jajaran petinggi di Stamford Bridge mengenai kebijakan transfer menyebabkannya hengkang pada Januari lalu, di mana pihak Chelsea kini tengah menjajaki opsi hukum terkait paket kompensasi pengunduran dirinya.
Guardiola telah memberikan pujian tinggi terhadap kapasitas mantan asistennya tersebut dalam mengolah strategi di lapangan.
"One of the best managers in the world, Enzo Maresca, I know him quite well, but the job he has done at Chelsea does not get enough credit. Winning the Club World Cup, Conference League, qualification for the Champions League in a league that is so tough with a young team. It is exceptional," kata Pep Guardiola, Manajer Manchester City.
Pihak manajemen Chelsea sendiri menegaskan bahwa kepergian sang pelatih di tengah musim bukan merupakan kehendak dari internal klub.
"The change wasn't the club's decision, for reasons I can speak about legally. I think the reasons will become kind of clear in due course. But no, it's not a change we wanted to make," ujar Behdad Eghbali, Pemilik Chelsea.
Di sisi lain, mantan bek Liverpool Jamie Carragher menilai bahwa kabar kepergian Guardiola justru dapat memberikan dampak positif bagi motivasi para pemain City dalam perburuan gelar juara. Berdasarkan catatan beIN SPORTS, Guardiola telah menyumbangkan 20 trofi bagi City sejak tahun 2016 dan saat ini berpeluang menutup masa baktinya dengan raihan treble domestik jika berhasil menyapu bersih laga tersisa.
"I don't suppose Man City or Pep Guardiola can do anything about the timing," tutur Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.
Carragher menambahkan bahwa proses transisi kepelatihan ini pasti sudah diketahui oleh banyak pihak internal dalam beberapa minggu terakhir karena melibatkan komunikasi staf.
"He would have staff who he'd have to speak to. The closer it gets to the end of the season, there's more people who know. Eventually, it comes out," kata Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.
Menurutnya, situasi ini akan menjadi momentum perpisahan yang sangat emosional sekaligus membakar semangat juang skuad City.
"This wouldn't have happened overnight you imagine. It would've been the last few weeks, maybe couple of months. There's just too many people involved for it not to come out in the end," ucap Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.
Kabar mengenai kepastian kontrak baru untuk Maresca di Etihad Stadium diperkirakan akan segera diumumkan secara resmi oleh klub dalam waktu dekat.
"I don't think it'd affect City in a negative way. It might make no difference, but if it did affect things I think it would be in a positive way," kata Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.
Skuad Manchester City kini fokus mempersiapkan diri untuk dua pertandingan krusial terakhir demi memastikan trofi liga sebelum era kepelatihan Guardiola resmi berakhir.
"What he's done for these players, what a way to send this man out. Can we go and win a domestic treble for Pep Guardiola, in his last game?" ujar Jamie Carragher, Pengamat Sepak Bola Sky Sports.