Sakit dalam pandangan Islam bukan sekadar penderitaan fisik, melainkan ujian hidup sekaligus momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dilansir dari Cahaya, doa menjadi bentuk ikhtiar batin yang sangat penting bagi setiap Muslim saat menghadapi kondisi ini.
Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai doa kesembuhan serta menekankan pentingnya menjenguk sebagai bentuk kepedulian sosial. Salah satu doa yang paling populer dibaca saat menjenguk orang sakit adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."
Selain doa utama tersebut, terdapat beberapa riwayat lain yang bisa diamalkan. Nabi Muhammad SAW pernah menganjurkan membaca doa khusus sebanyak tujuh kali kepada orang sakit yang belum mendekati ajalnya.
أَسْأَلُ الله رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيكَ
"Aku memohon kepada Allah, Tuhan Arsy yang agung, agar menyembuhkanmu." (dibaca 7 kali).
Beliau juga pernah mendoakan sahabatnya, Salman, dengan kalimat yang mengharapkan kesembuhan fisik sekaligus ampunan dosa. Kutipan doa tersebut berbunyi:
"Wahai Salman... semoga Allah menyembuhkan penyakitmu dan mengampuni dosamu, memberikan kesehatan dalam agamamu, juga badan mu sampai kelak tiba ajalmu."
Doa dari Kitab Klasik dan Ulama
Para ulama dalam berbagai kitab klasik juga merumuskan doa yang menggabungkan zikir dengan permohonan kekuatan kepada Allah. Doa ini menekankan bahwa tiada daya upaya kecuali atas izin Zat yang menahan langit agar tidak jatuh ke bumi.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَبِاللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِالْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، أَسْكُنْ أَيُّهَا الْوَجَعُ سَكَنْتُكَ بِالَّذِي يُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ، إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ الرَّحِيمُ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَبِاللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، أَسْكُنْ أَيُّهَا الْوَجَعُ سَكَنْتُكَ بِالَّذِي يُمْسِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ أَنْ تَزُوْلاً وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ، أَنَّهُ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
Lafal doa ini sering digunakan sebagai ikhtiar spiritual untuk melengkapi usaha medis. Islam memandang doa bukan sebagai pengganti pengobatan, melainkan penguat harapan bagi pasien.
Keutamaan dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Menjenguk orang sakit atau iyadah merupakan sunnah yang memiliki pahala besar. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa orang yang menjenguk saudaranya akan berada dalam taman surga hingga ia kembali pulang.
Kunjungan ini berfungsi menguatkan ikatan sosial dan memberikan dukungan moral bagi pasien yang sedang lemah. Selain itu, melihat penderitaan orang lain dapat menumbuhkan kesadaran spiritual tentang nikmat kesehatan.
Terdapat etika penting saat menjenguk agar tidak membebani pasien, seperti tidak berkunjung terlalu lama. Disarankan juga untuk mengucapkan kata-kata yang menenangkan, mendoakan dengan tulus, serta menghindari topik pembicaraan yang memicu kecemasan.