Laba Bersih Nvidia Melonjak hingga Tembus Rp1.031 Triliun

Laba Bersih Nvidia Melonjak hingga Tembus Rp1.031 Triliun

Kinerja keuangan raksasa teknologi Nvidia kembali mencetak rekor baru yang melampaui perkiraan Wall Street. Pertumbuhan masif produsen semikonduktor asal Amerika Serikat ini didorong oleh tingginya permintaan global terhadap komponen kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Dikutip dari Money, perusahaan membukukan laba bersih mencapai 58,32 miliar dolar AS untuk periode kuartal Februari hingga April 2026. Keuntungan jumbo tersebut setara dengan Rp1.031 triliun jika dihitung menggunakan nilai kurs Rp17.687 per dolar AS.

Pencapaian kuartalan ini meningkat drastis dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada kuartal tersebut, Nvidia mengantongi laba sebesar 18,78 miliar dolar AS atau berkisar Rp332,2 triliun.

Secara terperinci, Nvidia menghasilkan keuntungan sebesar 2,39 dolar AS per saham. Sementara itu, jika mengecualikan pos satu kali atau non-recurring item, laba yang dicatatkan adalah sebesar 1,76 dolar AS per saham.

Pendapatan total perusahaan juga terkerek naik sebesar 85 persen menjadi 81,62 miliar dolar AS, atau setara Rp1.443 triliun. Padahal pada kuartal yang sama tahun lalu, pendapatan Nvidia berada di angka 44,01 miliar dolar AS atau setara Rp778,5 triliun.

Realisasi kinerja keuangan tersebut berada di atas perkiraan para analis finansial. Berdasarkan jajak pendapat FactSet, pasar sebelumnya memprediksi laba Nvidia hanya sebesar 1,75 dolar AS per saham dengan estimasi pendapatan berkisar 78,91 miliar dolar AS.

Tren pertumbuhan performa Nvidia terus menyita perhatian pelaku pasar modal. Produk semikonduktor buatan mereka kini menjadi komponen utama dalam menyokong ekspansi industri kecerdasan buatan global selama tiga tahun terakhir.

Chief Executive Officer Nvidia, Jensen Huang, menjelaskan bahwa permintaan terhadap infrastruktur penunjang kecerdasan buatan masih berada dalam tren akselerasi yang sangat cepat.

"Pembangunan pabrik AI, perluasan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia, semakin cepat dengan kecepatan luar biasa," kata Huang.

Peningkatan pendapatan yang signifikan ini juga dibarengi dengan lonjakan beban pengeluaran perseroan. Biaya operasional Nvidia tercatat membengkak sebesar 49 persen menjadi 7,75 miliar dolar AS atau setara Rp137,1 triliun.

Kendati demikian, prospek bisnis ke depan dinilai masih kokoh oleh para pelaku pasar. Untuk periode kuartal berjalan, manajemen memproyeksikan pendapatan mampu menyentuh angka kisaran 91 miliar dolar AS atau setara Rp1.609 triliun.

Target internal perusahaan tersebut berada di atas ekspektasi konsensus analis global. Para pengamat pasar sebelumnya memperkirakan pendapatan kuartal berjalan Nvidia akan berada di level 87,29 miliar dolar AS.

Meskipun performa keuangan tercatat solid, pergerakan di pasar saham menunjukkan respons yang cukup dinamis. Harga saham Nvidia terpantau mengalami koreksi tipis pada sesi perdagangan setelah jam kerja reguler berakhir.

Nilai saham Nvidia terkoreksi menuju level 222,12 dolar AS setelah pada penutupan perdagangan reguler berada di posisi 223,47 dolar AS. Para pelaku pasar disinyalir mulai mencermati potensi perlambatan fase ekspansi industri AI.

Secara akumulatif, nilai kapitalisasi pasar Nvidia telah meroket tajam dari kisaran 400 miliar dolar AS pada akhir tahun 2022. Nilai tersebut kini telah menyentuh angka 5,4 triliun dolar AS atau sekitar Rp95.509 triliun pada hari Rabu.

Analis dari Aptus Capital Advisors, David Wagner, memberikan pandangan terkait sikap para investor yang kini menjadi jauh lebih konservatif dalam merespons laporan keuangan perusahaan.

"Berkali kali, Nvidia melampaui ekspektasi dan konsensus. Mereka memberikan apa yang diinginkan orang, terutama terkait pusat data," kata Wagner.

"Namun, pasar tidak selalu bertindak seperti yang Anda harapkan setelah laporan yang kuat seperti ini," lanjut dia.

Rencana Pembelian Kembali Saham dan Kenaikan Dividen

Di samping memaparkan kinerja keuangan, manajemen Nvidia mengumumkan strategi korporasi untuk mengembalikan kapital kepada para pemegang saham. Langkah ini diambil sebagai bentuk optimisme terhadap fundamental jangka panjang.

Perusahaan menetapkan rencana program pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai mencapai 80 miliar dolar AS atau setara Rp1.414 triliun. Selain itu, rasio pembayaran dividen tunai kuartalan juga diputuskan naik.

Nvidia meningkatkan nilai dividen berkala menjadi 25 sen dolar AS per lembar saham. Kebijakan ini meningkat signifikan dari nilai pembagian dividen sebelumnya yang hanya dipatok sebesar 1 sen dolar AS per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi