Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah menjadi momentum krusial dalam seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Seluruh jemaah haji akan berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang menjadi inti serta puncak ibadah haji, dikutip dari Detikcom.
Terdapat sejumlah larangan serta amalan yang dianjurkan demi menjaga kesucian ihram serta kenyamanan bersama para jemaah.
Umat Islam yang berada di Tanah Air juga memiliki anjuran tersendiri untuk merayakan hari yang agung ini.
Jemaah haji wajib mengetahui beberapa larangan saat menjalankan wukuf demi menjaga kekhusyukan, kesucian ihram, ketertiban, dan kenyamanan bersama.
Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Haji & Umrah (Kemenhaj) RI mencatat beberapa larangan selama hari Arafah.
Jemaah dilarang merokok di semua kawasan Arafah termasuk dalam tenda karena mengganggu orang lain, mengurangi kekhusyukan, serta membahayakan lingkungan.
Membuang puntung rokok sembarangan juga dilarang karena memicu kekhawatiran terjadinya kebakaran di area perkemahan.
Jemaah tidak boleh memaksakan diri berangkat ke Jabal Rahmah atau memaksakan diri melakukan wukuf di luar kemah.
Larangan ihram wajib dipatuhi, seperti larangan memakai penutup kepala dan menutup mata kaki bagi jemaah laki-laki.
Bagi jemaah perempuan, larangan ihram meliputi menutup kedua telapak tangan serta wajah, dan larangan memakai wangi-wangian untuk semua jemaah.
Larangan lainnya adalah membunuh binatang kecuali binatang buas, memotong kayu-kayuan, memotong ranting pohon, serta mencabut rumput.
Jemaah juga dilarang bersetubuh dan pendahulunya, mencaci, bertengkar, mengucapkan kata-kata kotor, serta melakukan perbuatan jahat dan maksiat.
Anjuran pada Hari Arafah bagi Jemaah Haji
Selain larangan, jemaah haji dianjurkan untuk mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dan memperbanyak amalan ibadah.
Jemaah dianjurkan menjaga ketertiban ketika turun dari bus, memasuki kemah, serta menyimpan barang bawaan tanpa berebut tempat.
Ketenangan selama beribadah di Padang Arafah harus selalu dijaga demi kenyamanan bersama seluruh jemaah.
Kondisi kesehatan juga harus diperhatikan dengan cara memakan jatah makanan yang telah disediakan oleh petugas.
Jemaah hendaknya mengutamakan ibadah dengan memperbanyak zikir, talbiyah, doa, serta tertib mengantre saat menggunakan fasilitas kamar mandi.
Aurat harus selalu dipastikan tertutup selama berada dalam kemah maupun saat keluar masuk kamar mandi.
Sebelum waktu wukuf tiba, jemaah dianjurkan mendengarkan ceramah petugas kloter serta membaca talbiyah, zikir, istighfar, tahlil, dan doa.
Saat waktu wukuf tiba, jemaah mengikuti rangkaian kegiatan seperti mendengarkan khutbah dan salat berjamaah Zuhur dan Asar jamak taqdim qashar.
Jemaah disarankan segera menghubungi petugas kloter apabila terjadi masalah terkait ibadah maupun kondisi kesehatan selama menjaga stamina di Arafah.
Anjuran bagi Umat Islam yang Tidak Menunaikan Ibadah Haji
Umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji memiliki satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Arafah.
Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH. Muhammad Habibillah menyebutkan puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah.
Pelaksanaan ibadah sunnah ini dilakukan bersamaan dengan momen berkumpulnya seluruh jemaah haji di Padang Arafah.
Puasa sunnah ini menyimpan keutamaan besar berupa pengampunan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Rasulullah SAW menegaskan keutamaan ibadah puasa tersebut melalui beberapa hadits sahih.
"Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."
Kutipan hadits riwayat Muslim tersebut diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW dalam riwayat lainnya.
"Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya."