Umat Islam dilarang menahan lapar dan haus atau berpuasa pada Hari Tasyrik yang jatuh setiap tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Larangan dalam syariat Islam ini bertujuan agar kaum muslimin dapat menikmati hidangan serta merayakan momen syukur Idul Adha.
Dikutip dari Suara, penanggalan Hari Tasyrik tahun ini bertepatan dengan tanggal 28, 29, dan 30 Mei 2026. Rangkaian hari sakral tersebut berlangsung tepat setelah seluruh umat muslim merayakan Hari Raya Idul Adha pada 10 Zulhijah.
Kentalnya suasana perayaan menjadi alasan utama di balik munculnya larangan ini. Pada tiga hari tersebut, kaum muslimin justru diperintahkan untuk menikmati berbagai hidangan makanan dan minuman, serta mengoptimalkan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud rasa syukur.
Lintasan ijtihad para ulama memunculkan perbedaan pandangan terkait status hukum pasti mengenai pelarangan puasa ini. Mayoritas ulama menetapkan hukum haram secara mutlak untuk berpuasa pada Hari Tasyrik bagi seluruh umat Islam.
Sementara itu, sebagian ulama lain menilai hukumnya makruh dalam koridor khusus. Kondisi ini hanya diperbolehkan bagi jemaah haji yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk membayar denda (dam), sehingga mereka diwajibkan menggantinya dengan berpuasa tiga hari selama pelaksanaan ibadah haji.
Dasar pelarangan ini bersumber langsung dari penegasan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Muslim:
"Sesungguhnya hari itu (Tasyrik) adalah hari makan, minum, dan zikrullah."
Dalil tersebut diperkuat oleh riwayat An-Nasa'i dari Uqbah bin Amir, yang menyatakan bahwa Hari Arafah, Idul Adha, dan Hari Tasyrik merupakan hari raya bagi pemeluk agama Islam yang esensinya adalah untuk menikmati hidangan dan sajian kuliner.
Berdasarkan keputusan sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H, Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Dengan demikian, periodisasi tiga Hari Tasyrik pada tahun ini berlangsung pada:
Hari Tasyrik Pertama: Kamis, 28 Mei 2026 (11 Zulhijah 1447 H)
Hari Tasyrik Kedua: Jumat, 29 Mei 2026 (12 Zulhijah 1447 H)
Hari Tasyrik Ketiga: Sabtu, 30 Mei 2026 (13 Zulhijah 1447 H)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk memanfaatkan momen ini dengan menyantap olahan daging kurban. Keharaman puasa ini juga dipertegas lewat hadits Bukhari nomor 1859 dari Ibnu 'Umar radhiyallahu anhuma yang berbunyi:
لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ
Artinya: "Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji."
Selain itu, Hasbiyallah dalam buku Fikih menyitir riwayat Abu Hurairah RA (HR. Ahmad) yang mengisahkan Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk berkeliling di wilayah Mina guna mengumumkan agar para hujjaj dan umat muslim tidak berpuasa, karena hari-hari tersebut adalah waktu untuk makan, minum, dan mengingat Allah SWT.
5 Amalan Utama yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik
Meskipun dilarang menunaikan puasa, kaum muslimin tetap dapat meraup pahala melimpah melalui lima aktivitas ibadah sunnah berikut ini:
1. Menyembelih Hewan Kurban
Merujuk pada panduan Kementerian Agama (Kemenag), Hari Tasyrik merupakan batasan waktu resmi untuk penyembelihan hewan kurban. Bagi masyarakat yang belum sempat menyembelih hewan kurbannya pada hari H Idul Adha, proses pemotongan masih sah dan dapat dilaksanakan sepanjang tiga hari ini sebelum matahari terbenam pada 13 Zulhijah.
2. Mengumandangkan Takbir
Berbeda dengan karakteristik Idul Fitri yang lantunan takbirnya berakhir saat shalat Id dimulai, pada perayaan Idul Adha takbiran disunnahkan untuk terus dikumandangkan sepanjang Hari Tasyrik. Pembacaan takbir ini sangat dianjurkan untuk dilantunkan secara konsisten setiap kali selesai mendirikan shalat fardhu lima waktu. Lafal takbir yang dibaca adalah:
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر لا إله إلا الله هو الله أكبر
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu Allahu akbar.
3. Menikmati Hidangan Makanan dan Minuman
Melaksanakan perintah untuk makan dan minum pada hari-hari ini termasuk bagian dari bentuk kepatuhan terhadap syariat. Sebagaimana dikutip dari laman Rumaysho, Rasulullah SAW menekankan pentingnya menikmati rezeki kuliner pada masa tasyrik ini lewat sabdanya:
Artinya: "Hari-hari tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman."
4. Mengintensifkan Zikir dan Wirid
Hari Tasyrik adalah momentum emas untuk memperbanyak puji-pujian kepada Sang Creator melalui bacaan istighfar, tasbih, tahmid, maupun tahlil. Landasan amalan ini tertuang dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 203:
Artinya: "Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang."
5. Memperbanyak Lantunan Doa Sapu Jagat
Buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat susunan M Ghofur Khalil menyebutkan bahwa kurun waktu tasyrik tergolong sebagai salah satu periode paling mustajab bagi dikabulkannya untaian doa. Anas bin Malik dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim mengonfirmasi bahwa doa keselamatan dunia akhirat atau dikenal sebagai Doa Sapu Jagat merupakan permohonan yang paling sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW.
Berikut adalah lafal Doa Sapu Jagat yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak mungkin:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَة ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allahumma rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.
Artinya: "Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."