Bulan Zulhijjah termasuk salah satu bulan mulia yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Dilansir dari Detikcom, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal saleh pada sepuluh hari pertama bulan tersebut, termasuk menjalankan puasa sunnah Arafah.
Meskipun memiliki banyak keutamaan, terdapat beberapa hari tertentu pada bulan Zulhijjah yang diharamkan untuk berpuasa. Larangan tersebut memiliki dasar yang jelas dalam Al-Qur'an serta hadits Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, hari yang dilarang untuk berpuasa meliputi Hari Raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya.
Larangan menjalankan ibadah puasa, baik puasa sunnah maupun jenis puasa lainnya, berlaku pada tanggal 10 Zulhijjah yang merupakan Hari Raya Idul Adha. Hari raya ini menjadi momen bagi umat Islam untuk bergembira, makan, minum, dan bersyukur.
"Rasulullah SAW melarang puasa pada dua hari: hari Idul Fitri dan hari Idul Adha."
Kutipan hadits riwayat Bukhari dan Muslim tersebut menegaskan keharaman berpuasa pada hari kemenangan umat Islam.
Larangan Puasa pada Hari Tasyrik
Larangan berpuasa juga berlaku pada Hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Mayoritas ulama sepakat bahwa hukum berpuasa pada rangkaian hari raya ini adalah haram.
"Janganlah kalian berpuasa pada hari-hari tasyrik, karena hari-hari itu adalah hari makan, minum, dan mengingat Allah."
Hadits riwayat Ahmad tersebut diperkuat dengan riwayat lain dari Abu Hurairah RA mengenai utusan Rasulullah SAW, Abdullah bin Hudzafah, yang berkeliling di Mina untuk menyampaikan larangan serupa.
"Jangan kalian berpuasa di hari-hari ini, karena ini adalah hari-hari untuk makan, minum dan dzikir mengingat Allah."
Mengenal Hari Tasyrik
Menurut buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, hari Tasyrik merupakan tiga hari berturut-turut setelah perayaan Idul Adha. Istilah Tasyrik berasal dari kebiasaan masyarakat Arab zaman dahulu yang menjemur daging kurban di bawah terik matahari.
Pada periode ini, jemaah haji sedang melaksanakan prosesi lempar jumrah di Mina. Sementara itu, bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, momen ini dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, dan dzikir.