Lauren Wasser Tampilkan Kaki Palsu Emas di Met Gala 2026

Lauren Wasser Tampilkan Kaki Palsu Emas di Met Gala 2026

Model Lauren Wasser menarik perhatian publik saat menghadiri perhelatan fashion akbar Met Gala 2026 pekan lalu dengan menampilkan sepasang kaki palsu berwarna emas. Penampilan tersebut kembali memicu diskusi mengenai bahaya Toxic Shock Syndrome (TSS) yang dialami Wasser akibat penggunaan tampon menstruasi.

Dilansir dari Wolipop, Wasser mengenakan setelan blazer dan celana pendek rancangan Prabal Gurung yang serasi dengan warna prostetiknya. Model berusia 37 tahun tersebut kehilangan kedua kakinya setelah mengalami infeksi bakteri langka lebih dari satu dekade silam.

Kisah Wasser bermula saat dirinya ditemukan tidak sadarkan diri di lantai kamar tidurnya akibat serangan jantung dan kegagalan organ. Kondisi tersebut dipicu oleh TSS, sebuah komplikasi medis yang sangat jarang terjadi namun berpotensi mematikan bagi pengguna produk sanitasi tertentu.

"Kakiku menjadi hitam. Aku sedang menstruasi. Sangat deras. Aku kira aku pasti pingsan. Mereka menemukanku telungkup di lantai kamar tidur. Aku hanya 10 menit dari kematian," kata Lauren Wasser, Model.

Setelah dievakuasi, tim medis menempatkan Wasser dalam kondisi koma induksi untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Peluang hidup wanita tersebut saat itu dilaporkan hanya sebesar satu persen karena kerusakan organ yang sudah menyebar luas.

"Kakiku mulai menghitam, jadi ketika aku akhirnya bangun, mereka harus mengamputasi kaki kananku atau aku akan mati. Mereka mengatakan kepadaku bahwa kami tidak dapat memberiku obat penghilang rasa sakit. Aku merasakan setiap hal yang dilakukan padaku," ujar Lauren Wasser, Model.

Kaki kanan Wasser diamputasi terlebih dahulu untuk menghentikan infeksi, sebelum akhirnya kaki kirinya juga harus diangkat beberapa tahun kemudian. Kini, ia aktif mengkampanyekan Undang-Undang Keamanan Produk Menstruasi dan Produk Perawatan Intim Robin Danielson di Amerika Serikat.

Menurut Cleveland Clinic, TSS menyebabkan racun masuk ke aliran darah dan dapat merusak organ tubuh secara permanen. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi mendadak, menggigil, nyeri badan, mual, serta ruam merah yang menyerupai sengatan matahari.

"Penyakit ini menyebabkan racun menyebar ke aliran darah, menyebabkan kerusakan organ yang parah atau kematian," tulis pihak Cleveland Clinic dalam laporannya.

Meskipun memiliki keterbatasan fisik, karier Wasser di dunia mode terus menanjak dengan tampil di berbagai sampul majalah internasional. Ia memanfaatkan platformnya untuk mendorong penelitian lebih lanjut oleh Institut Kesehatan Nasional terkait risiko kesehatan pada produk perawatan intim.

Artikel terkait

Rekomendasi