Lille berhasil mengamankan peringkat ketiga klasemen akhir Ligue 1 Prancis untuk melaju langsung ke Liga Champions musim depan walau menelan kekalahan 0-2 dari Auxerre pada pertandingan penutup yang berlangsung Minggu, 17 Mei 2026.
Hasil tersebut tetap menempatkan Lille di zona aman karena Olympique Lyonnais dan Rennes yang menjadi pesaing terdekat mereka juga mengalami kekalahan pada laga pekan ke-34 ini.
Kekalahan Lille dipastikan oleh dua gol penyerang Auxerre, Lassine Sinayoko, yang tercipta pada menit ke-32 dan menit ke-90.
Kemenangan di kandang Lille ini sekaligus menyelamatkan Auxerre dari ancaman degradasi sehingga mereka berhasil menyudahi musim di peringkat ke-15.
Sementara itu, Olympique Lyonnais tertahan di posisi keempat klasemen akhir dan harus melalui babak kualifikasi ketiga Liga Champions setelah menderita kekalahan telak 0-4 saat menjamu tim peringkat kedua, Lens.
Hasil minus ini tercatat sebagai kekalahan kandang paling berat bagi klub Rhone tersebut di pentas Ligue 1 sejak tahun 1989.
Klub lain yang memperebutkan tiket Eropa, Rennes, juga takluk 1-3 dari Marseille di Stadion Velodrome sehingga melorot ke peringkat keenam dan akan bermain di Liga Konferensi musim depan.
Marseille memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut posisi kelima sekaligus mengamankan satu tiket otomatis menuju Liga Europa.
Pada papan bawah klasemen, Nice dipastikan finis di peringkat ke-16 setelah ditahan imbang tanpa gol 0-0 oleh tamunya, Metz.
Akibat kegagalan meraih poin penuh, Nice harus menjalani laga penentuan playoff promosi-degradasi dua leg melawan klub Ligue 2, Saint-Etienne, pada tanggal 26 dan 29 mai 2026.
Pertandingan playoff tersebut digeser dari jadwal awal karena Nice harus tampil pada laga final Coupe de France melawan Lens pada 22 Mei 2026.
Hasil mengecewakan di kandang memicu kemarahan suporter Nice yang menyerbu area lapangan setelah peluit panjang ditiup serta merusak papan iklan di pinggir lapangan.
"On n'est pas encore en Ligue 2. On a encore une chance" kata Jean-Pierre Rivère, Presiden Nice, dilansir dari mikrofon Ligue 1+.
Jika gagal memenangi babak playoff mendatang, Nice dipastikan turun kasta setelah bertahan selama 24 musim berturut-turut di kompetisi kasta tertinggi Prancis.
Di tempat lain, laga antara Nantes menjamu Toulouse terpaksa dihentikan secara permanen oleh wasit Stéphanie Frappart pada menit ke-22 akibat ratusan suporter tuan rumah masuk ke lapangan membawa suar.
Aksi anarkis pendukung Nantes terjadi berselang satu minggu setelah klub berjuluk Les Canaris tersebut resmi terdegradasi ke Ligue 2.
Komisi Disiplin Liga Prancis dijadwalkan menggelar rapat pada hari Rabu mendatang untuk menentukan status pertandingan serta sanksi bagi pihak terkait.