Lille berhasil mengamankan tiket menuju babak reguler Liga Champions musim depan meski menelan kekalahan 2-0 dari Auxerre di Stadion Pierre-Mauroy pada laga pamungkas Ligue 1, Minggu (17/5/2026).
Hasil pertandingan pekan ke-34 tersebut sekaligus memastikan Auxerre finis di peringkat ke-15 dan lolos dari zona degradasi. Tim tamu unggul dua poin di atas Nice yang harus menjalani babak playoff.
Klub berjuluk Les Dogues itu tetap bertahan di posisi tiga besar klasemen akhir berkat kekalahan dua tim pesaingnya. Lyon ditumbangkan Lens dengan skor 4-0, sementara Rennes takluk 3-1 dari Marseille.
Keberhasilan mengamankan posisi di kompetisi tertinggi Eropa ini menjadi pencapaian besar bagi Lille. Tim asuhan Bruno Genesio tersebut sempat terpuruk setelah menelan empat kekalahan beruntun pada awal tahun 2026.
"On a eu des grosses difficultés en ce début d’année et on les a surmontées ensemble, parce qu’il y avait cette force collective qui nous a guidés, qui nous a animés et nous a permis de remonter" jelas Bruno Genesio, Pelatih Lille.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh sang pelatih dalam konferensi pers hari Jumat menjelang laga. Target yang dipatok Presiden Klub Olivier Letang untuk menembus kompetisi Eropa pun kini resmi tercapai.
Lille mencatatkan konsistensi di kompetisi benua biru dengan mengamankan kampanye Eropa kedelapan mereka dalam sembilan musim terakhir. Namun, hasil minor kontra Auxerre menghentikan rekor 13 laga tanpa kekalahan milik Lille.
Kekalahan ini juga memperpanjang tren kesulitan Lille di laga kandang setelah sebelumnya ditahan imbang Le Havre dan Nice. Tuan rumah sempat mengancam lewat tendangan bebas Nabil Bentaleb dan peluang Felix Correia, tetapi gagal berbuah gol.
Auxerre justru berhasil mencuri keunggulan lewat aksi Lassine Sinayoko yang menjebol gawang Berke Ozer pada menit ke-32. Sinayoko kemudian mengunci kemenangan menjadi 2-0 melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-90.
Tambahan dua gol tersebut membuat Sinayoko mengoleksi 12 gol di Ligue 1 musim ini. Performa impresif penyerang tersebut menjadi kunci kebangkitan skuad asuhan Christophe Pelissier sepanjang paruh kedua musim.
Auxerre berhasil mengumpulkan 15 dari total 24 poin maksimal pada laga-laga terakhir mereka. Rentetan hasil positif ini membuat mereka terhindar dari laga playoff melawan peringkat ketiga Ligue 2, Saint-Etienne.