Lime Ajukan IPO ke SEC Amerika Serikat Demi Lunasi Utang

Lime Ajukan IPO ke SEC Amerika Serikat Demi Lunasi Utang

Startup penyewaan skuter dan sepeda listrik asal Amerika Serikat, Lime, resmi mengajukan permohonan penawaran saham perdana (IPO) kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Jumat (8/5/2026). Dilansir dari Tekno, induk usaha Lime yakni Neutron Holdings Inc. akan mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq menggunakan kode emiten LIME.

Langkah strategis ini menandai ambisi jangka panjang perusahaan yang sudah diisyaratkan sejak 2021. CEO Lime Wayne Ting telah mengungkapkan rencana melantai di bursa saham tersebut selama beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari tonggak sejarah perusahaan yang berdiri pada 2017.

Berdasarkan data keuangan yang dihimpun Tekno, pendapatan Lime menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar 521 juta dollar AS, kemudian meningkat menjadi 686,6 juta dollar AS pada 2024, hingga mencapai 886,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 15,4 triliun pada 2025.

Pertumbuhan pendapatan sebesar 29,1 persen secara tahunan ini didukung oleh operasional masif di 230 kota di 29 negara. Sepanjang tahun 2025, layanan Lime tercatat telah melampaui satu miliar perjalanan pelanggan. Kemitraan dengan Uber juga menyumbang sekitar 14,3 persen terhadap total pendapatan perusahaan melalui integrasi aplikasi.

Namun, di tengah lonjakan pendapatan, Lime belum berhasil membukukan keuntungan. Perusahaan melaporkan kerugian bersih sebesar 59,3 juta dollar AS atau setara Rp 1,03 triliun sepanjang 2025. Tren negatif ini berlanjut pada kuartal pertama tahun 2026 dengan tambahan kerugian mencapai 61,3 juta dollar AS.

Dalam dokumen pengajuan ke SEC, manajemen Lime secara terbuka menyertakan faktor risiko bagi para calon investor. Hal ini mencakup riwayat kerugian bersih serta ketidakpastian mengenai pencapaian profitabilitas di masa depan.

Pihak manajemen menuliskan dalam dokumen SEC bahwa akan ada sederet faktor risiko bagi calon-calon investor yang bakal berinvestasi di perusahaannya, termasuk "riwayat kerugian bersih" dan potensi tidak tercapainya profitabilitas di masa mendatang.

Laporan Engadget menyebutkan bahwa tekanan finansial menjadi salah satu pendorong utama percepatan IPO ini. Lime memiliki tanggungan kewajiban sebesar 1 miliar dollar AS, dengan nilai sekitar 675,8 juta dollar AS yang akan jatuh tempo sebelum akhir tahun 2026.

Perusahaan mengakui tidak memiliki likuiditas yang memadai untuk melunasi kewajiban tersebut tanpa dana segar dari publik. Jika IPO gagal terlaksana atau kesepakatan utang tidak dapat dinegosiasikan ulang, Lime menyatakan risiko ketidakmampuan untuk melanjutkan operasional bisnisnya.

Apabila proses IPO ini berhasil, dana yang terkumpul direncanakan untuk melunasi seluruh utang yang beredar. Selain itu, modal tersebut akan digunakan untuk mendanai kegiatan operasional harian serta mengakuisisi teknologi baru guna memperkuat posisi pasar Lime.

Artikel terkait

Rekomendasi