Lintasarta bersama Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) menyelenggarakan CxO Forum Banking Update 2026 di Jakarta pada Senin (18/5/2026) guna memperkokoh strategi keamanan siber sektor perbankan domestik. Langkah kolaboratif ini diambil sebagai respons terhadap eskalasi risiko serangan digital yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) terhadap industri keuangan.
Pertemuan strategis bertema “Memperkokoh Keamanan Siber Perbankan: Dari Strategi Investasi Hingga Ketahanan Operasional di Era Digital” tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan perbankan, regulator, dan pelaku industri teknologi. Diskusi terfokus pada mitigasi ancaman tingkat tinggi seperti ransomware, advanced persistent threats (APT), deepfake, hingga phishing generatif, seperti dilansir dari Suara.
Sektor keuangan saat ini dituntut mengadopsi sistem proteksi generasi baru yang mengintegrasikan komputasi awan, konektivitas, dan kecerdasan buatan secara real-time. Melalui forum ini, Lintasarta turut memperkenalkan pendekatan layanan terintegrasi 4C yang meliputi Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration untuk membangun ketahanan digital perbankan.
“Ketika AI mempercepat inovasi, AI juga melipatgandakan skala dan kompleksitas risiko. Keamanan siber tidak lagi cukup menjadi lapisan pertahanan, tetapi harus menjadi fondasi strategis yang menyatu dengan konektivitas, cloud, dan kapabilitas AI dalam satu ekosistem yang bekerja secara real-time dan berkelanjutan,” ujar Armand Hermawan, President Director & CEO Lintasarta.
Perusahaan infrastruktur digital tersebut kini memosisikan diri sebagai mitra strategis perbankan dalam menghadapi kebutuhan kecerdasan buatan berskala enterprise. Penguatan sistem internal ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan kredibilitas lembaga keuangan di mata publik.
“Kepercayaan nasabah adalah modal utama industri perbankan, dan ketahanan siber adalah penjaganya. Ancaman saat ini bukan lagi risiko masa depan, tetapi realitas harian yang harus dihadapi bersama,” kata Hendra Lembong, Wakil Ketua Umum PERBANAS.
PERBANAS menilai pelaksanaan forum lintas sektor ini menjadi instrumen penting dalam memfasilitasi kerja sama antarindustri. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan nasional yang lebih adaptif dan tangguh dari gangguan siber.