Gelombang adopsi kecerdasan artifisial atau AI kian masif di berbagai sektor industri saat ini. Keberhasilan implementasi teknologi ini bertumpu pada kesiapan infrastruktur digital, keamanan siber, konektivitas, talenta, dan kolaborasi ekosistem.
Dikutip dari Suara, Lintasarta mempertegas komitmen mempercepat pengembangan ekosistem AI nasional melalui strategi baru sebagai Beyond AI Factory. Langkah tersebut menghadirkan solusi AI terintegrasi dari hulu hingga hilir guna memperkuat posisi Indonesia di Asia Pasifik.
AI kini telah bergeser dari sekadar teknologi pendukung menjadi penggerak utama transformasi bisnis dan ekonomi digital. Kebutuhan pelanggan juga semakin kompleks, tidak hanya memerlukan kapasitas komputasi melainkan juga layanan cloud dan keamanan siber.
Sebagai AI Factory milik Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta memperluas peran melalui pendekatan berbasis empat pilar utama atau 4C. Pilar tersebut meliputi Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration atau AI Application Solution.
Model ini memungkinkan pelanggan memperoleh layanan konektivitas, komputasi, hingga solusi aplikasi dalam satu ekosistem terintegrasi. Perusahaan juga aktif membangun kedaulatan infrastruktur AI nasional melalui konsep sovereign AI infrastructure.
Selain infrastruktur, gerakan AI Merdeka diluncurkan untuk berfokus pada pengembangan talenta digital dan peningkatan literasi AI. Kolaborasi dengan mitra global terus dipacu seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang menguasai teknologi kecerdasan buatan.
Peluang Investasi Infrastruktur Digital
Aktivitas investasi dan transaksi di kawasan Asia Pasifik turut terakselerasi oleh perkembangan AI. Saat ini terpantau ada lebih dari 100 transaksi merger, akuisisi, serta pembiayaan di sektor infrastruktur digital yang tumbuh sekitar 8 persen setiap tahun.
Indonesia dinilai memiliki modal kuat menjadi pusat pengembangan AI regional berkat pertumbuhan ekonomi digital yang pesat dan ketersediaan talenta muda. Sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan pelaku teknologi menjadi kunci utama pembangunan fondasi tersebut.
"AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung. AI telah menjadi salah satu penggerak utama transformasi bisnis dan ekonomi digital," ujar Hariyadi Ramelan, Director & Chief Financial Officer Lintasarta, dalam forum internasional TMT Finance APAC 2026.
"Karena itu, pengembangan AI perlu didukung oleh infrastruktur yang kuat, ekosistem yang kolaboratif, serta pendekatan yang berkelanjutan agar mampu menciptakan nilai jangka panjang," katanya dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).
"Karena itu kami memperluas peran menjadi Beyond AI Factory. Kami ingin menghadirkan solusi AI yang lebih terintegrasi sehingga pelanggan dapat mengakses infrastruktur, platform, keamanan, dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk mempercepat perjalanan transformasi AI mereka," jelasnya.
"Saat ini kami memantau lebih dari 100 transaksi merger, akuisisi, dan pembiayaan di sektor digital infrastructure yang tumbuh sekitar 8 persen setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan besarnya peluang pertumbuhan yang terbuka bagi pelaku industri di kawasan," ujar Ben Nice selaku Chief Content Officer TMT Finance.
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem AI di regional. Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi yang kuat untuk membangun fondasi yang tepat, mulai dari infrastruktur, talenta, hingga pengembangan use case yang memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan masyarakat," kata Hariyadi Ramelan.