Generasi muda dinilai memegang kunci penting dalam menjaga keberlangsungan batik sebagai warisan budaya Indonesia di tengah persaingan tren mode global. Peran besar ini disampaikan dalam kunjungan Pameran Akulturasi Batik Peranakan di Menara Kompas, Jakarta Pusat, pada Rabu (13/5/2026), sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
Istri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Loemongga Haoemasan menjelaskan bahwa kain tradisional Indonesia memiliki fleksibilitas tinggi. Menurutnya, batik tidak lagi terbatas untuk acara resmi melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup harian.
"Batik itu amat sangat versatile, bisa dipakai ke acara santai sampai formal pun cocok pakai batik," kata Loemongga Haoemasan, Istri Menteri Perindustrian.
Model sekaligus pembawa acara televisi tersebut menegaskan bahwa anak muda perlu menumbuhkan rasa cinta terhadap batik demi menjaga identitas bangsa. Menurutnya, pemahaman dan kebanggaan terhadap budaya lokal sangat krusial di tengah dominasi tren busana internasional.
"Untuk generasi muda, belajarlah untuk lebih atau bahkan semakin mencintai batik, karena itu salah satu warisan budaya Tanah Air dan Nusantara yang sangat berharga," jelas Loemongga Haoemasan, Istri Menteri Perindustrian.
Pelestarian warisan budaya ini dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan peringatan hari tertentu. Perempuan berusia 52 tahun tersebut menambahkan, perkembangan industri tekstil kini telah menghadirkan batik dalam beragam material adaptif seperti katun dan sutra.
"Batik itu sekarang juga bisa dipakai kemanapun, nongkrong sama teman juga bisa. Sebab, bahannya pun beragam, ada katun, sutra, yang disesuaikan acara," tutur Loemongga Haoemasan, Istri Menteri Perindustrian.
Keberagaman desain modern seperti kemeja kasual, outer, hingga dress membuat batik mudah dipadupadankan untuk berbagai aktivitas. Loemongga percaya kreativitas dan perspektif segar generasi muda akan menjadi faktor utama yang memperluas pasar batik hingga ke kancah internasional.
"Menurut saya dengan kontribusi anak zaman sekarang, batik bisa jadi fashionable dan trendy, sehingga wearability-nya akan sangat tinggi dan bisa dilestarikan sepanjah masa," ungkap Loemongga Haoemasan, Istri Menteri Perindustrian.