Pertandingan leg pertama final promotion/relegation play-off Liga Belgia mempertemukan dua penggawa Timnas Indonesia. Lommel SK berhadapan dengan FCV Dender EH di Soevereinstadion pada Minggu (17/5/2026) waktu setempat.
Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, bermain sebagai starter untuk Lommel SK. Dirinya tampil penuh mengawal lini tengah timnya hingga peluit panjang dibunyikan.
Di kubu lawan, penyerang Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, tidak turun sejak awal. Ia mengawali pertandingan dari bangku cadangan FCV Dender EH.
FC Dender EH harus melalui babak play-off ini setelah menyudahi kompetisi Jupiler Pro League 2025-2026 di peringkat ke-16. Posisi di papan bawah tersebut memaksa mereka bertarung demi mempertahankan tempat di kasta tertinggi Liga Belgia.
Pertandingan berjalan ketat dan sengit bagi kedua tim. Seperti dikutip dari Bola, FCV Dender EH berhasil memecah kebuntuan terlebih dahulu pada menit ke-34 melalui sepakan kaki kanan Desmond Acquah.
Lommel SK baru bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua, tepatnya di menit ke-55. Ralf Seuntjens mencetak gol penyeimbang melalui tembakan kaki kiri.
Ragnar Oratmangoen kemudian dimasukkan oleh pelatih Dender pada menit ke-61 untuk menggantikan Roman Kvet. Kehadiran penyerang Timnas Indonesia ini diharapkan mampu menambah daya gedor tim tamu.
Strategi tersebut membuahkan hasil ketika Dender kembali memimpin pada menit ke-83. Mohamed Berte sukses memanfaatkan skema serangan balik cepat untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Keunggulan Dender tidak bertahan lama karena Lommel SK langsung merespons tiga menit berselang. Ralf Seuntjens kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuat keadaan menjadi imbang 2-2.
Laga yang terlihat akan berakhir seri ini berubah dramatis saat memasuki masa injury time. Zalan Vancsa mencetak gol kemenangan bagi Lommel SK pada menit ke-90+6.
Keunggulan 3-2 menjadi modal berharga bagi Joey Pelupessy dan rekan-rekannya menjelang laga penentu. Pertandingan leg kedua dijadwalkan berlangsung di markas FCV Dender EH pada 23 Mei 2026.