Los Angeles FC bertekad menghentikan tren buruk tiga kekalahan beruntun saat menantang pemuncak klasemen Wilayah Timur, Nashville SC, dalam lanjutan laga Major League Soccer di Stadion GEODIS Park pada hari Minggu, 17 Mei 2026.
Klub berjuluk LAFC tersebut melawat dalam kondisi kelelahan fisik dan mental akibat jadwal padat serta perjalanan jauh di semifinal Piala Champions CONCACAF melawan Toluca. Berdasarkan data dari dailynews.com, produktivitas gol skuad asuhan Marc Dos Santos menurun drastis dengan persentase akurasi tembakan merosot hingga 33,3 persen, yang menempatkan mereka sebagai tim ketiga terburuk dalam persentase akurasi tembakan di MLS musim ini.
Pelatih Kepala Los Angeles FC Marc Dos Santos mengakui timnya sedang melewati masa-masa sulit setelah takluk 2-1 dari St. Louis City pada hari Rabu, meskipun sempat mendapat gol cepat dari pemain pengganti David Martinez yang mencetak gol dalam waktu dua menit 28 detik setelah masuk lapangan.
"Sometimes there are moments that are just difficult for a team and don’t go your way," kata Marc Dos Santos, Pelatih Kepala Los Angeles FC.
Dos Santos tetap mengapresiasi daya juang pasukannya di ruang ganti dan melihat banyak aspek positif yang bisa dibangun untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Right now we’re in a moment like that. I told them in the locker room, I know everybody is disappointed, but how you went about the game, how you answered in the game, how you pushed the game, how you looked for the goal all the time, there are a lot of things to build on." kata Marc Dos Santos, Pelatih Kepala Los Angeles FC.
Guna mengembalikan kepercayaan diri tim, mantan asisten pelatih tersebut menekankan pentingnya perbaikan performa pada detail-detail kecil di lapangan.
"What needs to change is doing the little things right," jelas Marc Dos Santos, Pelatih Kepala Los Angeles FC.
Penurunan ketajaman lini serang LAFC terlihat dari Denis Bouanga yang baru mengoleksi lima gol, sedangkan bintang asal Korea Selatan, Son Heung-min, belum mencetak gol lagi di liga domestik sepanjang tahun 2026 meski tengah memimpin MLS dengan torehan delapan asis.
"Regaining confidence "with the way we keep the ball, the way we get in the opponent’s half, the way we originate and create chances," said Dos Santos, "these are important things for us."" kata Marc Dos Santos, Pelatih Kepala Los Angeles FC.
Di kubu tuan rumah, Nashville SC yang kini dilatih BJ Callaghan berada di puncak Wilayah Timur dengan koleksi 27 poin dari 12 pertandingan setelah menang 3-0 atas New England Revolution melalui dua gol Bryan Acosta. Perolehan ini merupakan poin tertinggi kedua dalam sejarah klub dalam rentang 12 laga, di mana pertahanan mereka baru kebobolan delapan gol, catatan terbaik di liga bersama Seattle Sounders.
Kiper Nashville SC Brian Schwake menegaskan dirinya tidak melakukan persiapan khusus untuk mengantisipasi penyerang bintang lawan seperti Son Heung-min dan Denis Bouanga.
"No, I don't think so. I think every team has dangerous guys." ujar Brian Schwake, Penjaga Gawang Nashville SC.
Schwake menjelaskan bahwa staf pelatih memberikan analisis taktik yang serupa untuk setiap pemain lawan yang dihadapi menjelang pertandingan.
"Obviously, every player is different, but the analysis and stuff that all the guys do, and the coaches give us on each player is kind of similar." kata Brian Schwake, Penjaga Gawang Nashville SC.
Penjaga gawang tersebut menambahkan bahwa timnya fokus untuk mencari cara terbaik guna meredam kelebihan dan memanfaatkan kelemahan lawan demi mempermudah jalannya pertandingan.
"We know strengths and weaknesses and what maybe we can try to do. You can't defend everyone perfectly all the time, but we think, 'what can we do to make our lives as easy as possible?'" kata Brian Schwake, Penjaga Gawang Nashville SC.
Bagi Schwake, rutinitas dan fokus timnya menjelang jeda internasional dan Piala Dunia tidak akan mengalami perubahan dari pekan-pekan sebelumnya.
"I think that's going to be the same as it was the week before and the week before that." tutur Brian Schwake, Penjaga Gawang Nashville SC.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Maret 2024 saat LAFC menang telak 5-0 di kandang. Setelah laga ini selesai, Los Angeles FC dijadwalkan menjamu Seattle Sounders di BMO Stadium, sementara Nashville SC akan menghadapi New York City FC.
Sementara itu, New England Revolution bakal menutup rangkaian empat pertandingan kandang berturut-turut saat menjamu Minnesota United FC dalam laga lanjutan Major League Soccer di Gillette Stadium pada Sabtu malam pukul 19.30 waktu setempat. Pertandingan Wilayah Timur melawan Wilayah Barat ini menjadi laga kandang terakhir bagi New England Revolution sebelum kompetisi kasta tertinggi sepak bola Amerika Serikat tersebut memasuki masa jeda menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Tuan rumah New England Revolution saat ini bertengger di posisi ketiga klasemen Wilayah Eastern dengan raihan 22 poin dari 12 pertandingan, sementara Minnesota United berada di peringkat kehujutan Wilayah Western setelah mengoleksi 21 poin dari 13 laga. Rentetan tujuh pertandingan tidak terkalahkan milik New England Revolution baru saja terhenti pada pertengahan pekan setelah menelan kekalahan kandang pertama musim ini dari Nashville SC dengan skor telak 0-3.
Di kubu lawan, Minnesota United FC juga datang dengan modal kurang memuaskan setelah tak berkutik 0-1 saat menjamu Colorado Rapids pada hari Rabu lalu, yang membuat tim asuhan Cameron Knowles itu hanya memetik satu kemenangan dari lima pertandingan terakhir. Laga ini juga menandai kembalinya penyerang asal Argentina, Tomás Chancalay, ke Gillette Stadium untuk pertama kali sejak ditransfer dari New England Revolution ke Minnesota United pada Desember lalu dengan nilai kesepakatan 100 ribu dolar AS.
Menjelang pertandingan penting tersebut, pelatih kepala New England Revolution, Marko MitroviȎ, memberikan pandangannya mengenai kekuatan taktis yang dimiliki oleh tim tamu.
"They are a very challenging team. They have their uniqueness, both in and out of possession. They have a physical presence on the field as well. It’s going to be a very different game than the game against Nashville, in terms of certain tactical demands and challenges both in and out of possession. They’re also a team that’s very strong on set pieces. That’s something we’ll have to pay attention to as well. So, we’re looking forward to that challenge." kata Marko MitroviȎ, Head coach.
Kekalahan dari Nashville diakui sempat memicu kekecewaan di ruang ganti New England Revolution, namun para pemain kini mengalihkan fokus penuh untuk mengamankan poin penuh di kandang.
"Everyone is a little frustrated about the result last night. It was a big game and I think that we just came up a little bit short in the end. I think there were pieces of that match where our identity really came out, and I think there was a piece of the match where we played well. I think it's just little details that kind of broke us in the end. If we can shore that up, I think we are very close. We were a little frustrated, but I think we need to focus on what Marko has stressed all year of putting one foot in front of the other and taking every day one step at a time. There is definitely stuff we can learn from [the Nashville game] and prepare for the next match." kata Will Sands, Defender.
Bek kiri New England Revolution tersebut juga menambahkan bahwa kembalinya sang mantan rekan setim akan menambah atmosfer kompetitif dalam pertandingan penutup sebelum jeda internasional.
"Minnesota is a very good team. I'm excited to play Chanca. He's a wonderful person and a wonderful player. I think everyone is going to be very motivated. I think this will be a big game going into the World Cup break for momentum purposes and to kind of solidify our position in the standings. I am excited to see Tomas and excited to play against Minnesota." ujar Will Sands, Defender.
Manajemen Minnesota United FC sendiri merasa sangat beruntung bisa mendatangkan gelandang serang berusia 27 tahun tersebut yang kini langsung menjadi motor serangan utama tim lewat sumbangan empat assist.
“Like the TV show ‘The Price Is Right,’ the price was right for Chancalay,” kata Khaled El-Ahmad, Loons Chief Soccer Officer.
Pihak manajemen klub merasa sangat puas dengan performa awal yang ditunjukkan oleh sang pemain di lapangan.
“Timing of it as well. We went for it and couldn’t be happier with the beginning.” tambah Khaled El-Ahmad, Loons Chief Soccer Officer.
Pelatih Minnesota United FC, Cameron Knowles, juga mengonfirmasi bahwa Tomás Chancalay akan sangat diandalkan sebagai pengatur serangan menyusul absennya James Rodriguez yang harus memperkuat tim nasional Kolombia.
“He goes into every match with a lot of fire,” kata Cameron Knowles, head coach.
Cameron Knowles menambahkan bahwa gairah dan energi sang pemain sangat terlihat bahkan dalam sesi latihan tim.
“He’s very passionate in the way that he plays. Brings a ton of energy, even in training (Friday). He wants to play all the time and wants to train all the time. He loves the game. I imagine we will see a very energetic Chancalay.” lanjut Cameron Knowles, head coach.
Selain kehilangan James Rodriguez, tim tamu dipastikan tampil pincang tanpa diperkuat Julian Gressel, Peter Stroud, dan Carlos Harvey akibat cedera, serta Jefferson Diaz yang terkena akumulasi kartu kuning. Di sisi lain, Cameron Knowles juga terus memotivasi penyerang utamanya, Kelvin Yeboah, yang performanya sedang menurun setelah gagal mengeksekusi dua penalti pekan lalu dan membuang peluang emas saat melawan Colorado.