Luis Enrique Jelaskan Kondisi Cedera Ousmane Dembele Menjelang Final

Luis Enrique Jelaskan Kondisi Cedera Ousmane Dembele Menjelang Final

Manajer Paris Saint-Germain Luis Enrique mengonfirmasi bahwa penyerang Ousmane Dembele hanya mengalami kelelahan setelah ditarik keluar lebih awal dalam pertandingan melawan Paris FC pada Minggu (17/5/2026).

Kondisi penyerang sayap tersebut sempat memicu kekhawatiran besar mengingat Paris Saint-Germain dijadwalkan menghadapi Arsenal di babak final Liga Champions dalam kurun waktu dua minggu mendatang, seperti dilansir dari Suara.

Dembele tampil sebagai starter untuk ke-11 kalinya di Ligue 1 musim ini sebelum digantikan oleh Goncalo Ramos pada menit ke-27 di Stade Jean-Bouin karena menunjukkan ketidaknyamanan pada bagian paha.

Pemain berusia 29 tahun yang memegang gelar Ballon d’Or tersebut langsung berjalan menuju ruang ganti, menambah catatan kekhawatiran kebugaran setelah sebelumnya sempat absen akibat dua cedera betis terpisah dan masalah hamstring pada September lalu.

Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique segera memberikan pernyataan demi meredakan kecemasan publik terkait kondisi pilar pentingnya tersebut.

"Dia baik-baik saja. Saya harap itu bukan sesuatu yang serius," kata Enrique.

Mantan pelatih timnas Spanyol itu kemudian memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab ditariknya sang pemain dalam konferensi pers setelah pertandingan berakhir.

"Saya pikir itu hanya kelelahan," ujar Enrique.

Enrique juga menegaskan bahwa timnya masih memiliki waktu yang cukup aman untuk mempersiapkan sang penyerang menuju partai puncak kompetisi Eropa.

"Apa yang kita katakan hari ini hanyalah spekulasi, tetapi saya rasa itu bukan sesuatu yang serius, dan masih ada dua minggu lagi," tambah Enrique.

Di samping persoalan cedera pemain, Enrique tidak dapat menutupi rasa kecewanya terhadap performa keseluruhan skuad Les Parisiens yang menelan kekalahan meski sudah mengunci gelar juara Ligue 1 sejak pekan sebelumnya.

"Saya sedikit kecewa. (Tidak ada) hal positif sama sekali dalam pertandingan ini," kata Enrique.

Ia menilai skuadnya kehilangan motivasi bermain karena hasil pertandingan tersebut sudah tidak lagi memengaruhi posisi klub di klasemen domestik.

"Ketika Anda bermain sepak bola tanpa ambisi dan intensitas, hal-hal seperti ini terjadi," tutur Enrique.

Enrique memahami situasi psikologis yang dihadapi anak asuhnya, namun tetap mengharapkan profesionalisme yang lebih tinggi di lapangan.

"Saya tahu sebelum pertandingan betapa sulitnya bagi para pemain untuk memainkan jenis permainan ini tanpa tujuan apa pun, tetapi saya tetap sedikit kecewa," kata Enrique.

Artikel terkait