Magic Garden bersama Nuanu Social Fund (NSF) menggelar aksi penanaman 1.000 pohon lokal di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan, Bali. Langkah ini diambil di tengah pesatnya pembangunan pariwisata dan kawasan komersial di Bali yang kerap menggerus ruang hijau.
Seperti dikutip dari Suara, inisiatif ini menargetkan penanaman seribu spesies pohon lokal di berbagai area publik. Lokasi penanaman tersebar mulai dari taman, area pura, pinggir jalan, hingga ruang aktivitas komunitas.
Program ini berupaya menghadirkan pendekatan berbeda dengan menjadikan restorasi ekologi sebagai bagian dari proses pengembangan kawasan sejak awal.
"Sebagai sebuah pengembangan kawasan, Nuanu bisa dijelaskan dengan sederhana: ketika semuanya selesai dibangun, jumlah pohon di sini akan lebih banyak dibanding saat kami memulainya," kata CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll.
Lev Kroll berpendapat bahwa ukuran keberhasilan sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh jumlah bangunan, fasilitas, atau kunjungan wisatawan. Kesehatan ekosistem yang tumbuh di sekitarnya juga menjadi indikator penting.
Guna memastikan keberlangsungan pohon dalam jangka panjang, Nuanu menggandeng Kebun Raya Eka Karya Bali dalam pengelolaan biodiversitas dan praktik restorasi.
"Kami melihat adanya keselarasan nilai dengan Nuanu, terutama dalam bagaimana lingkungan ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan jangka panjang, bukan sekadar pelengkap," ujar Hadhiyyah N. Cahyono, Assistant Manager of Horticulture Sub-Holding Bali Botanical Garden & Purwodadi Botanical Garden.
Kolaborasi tersebut memastikan spesies yang ditanam merupakan tanaman lokal yang sesuai dengan kondisi lingkungan Bali untuk meningkatkan peluang keberhasilan tumbuh.
Masyarakat, pegiat lingkungan, media, hingga pengunjung dilibatkan langsung dalam proses penanaman, di mana setiap peserta dapat memberikan penanda pada pohon yang mereka tanam.
Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari, menilai keterlibatan publik menjadi kunci agar upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti sebagai proyek sesaat.
"Tanggung jawab terhadap lingkungan harus hadir melalui tindakan yang nyata dan dilakukan secara berkelanjutan. Inisiatif ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih dekat antara manusia dan alam," ujarnya.
Auditya Sari menambahkan, ketika masyarakat merasa memiliki hubungan dengan lingkungan yang dibangun bersama, akan tumbuh rasa tanggung jawab kolektif untuk menjaga dan merawatnya.