Memaknai Ayat Fa Inna Ma'al Usri Yusra dalam Surat Al Insyirah

Memaknai Ayat Fa Inna Ma'al Usri Yusra dalam Surat Al Insyirah

Potongan ayat fa inna ma'al usri yusra dalam Surat Al Insyirah sering kali menjadi pengingat yang menenangkan saat seseorang menghadapi tekanan hidup atau ujian berat. Ayat ini bukan sekadar kutipan motivasi populer, melainkan memiliki kedalaman makna dalam kajian tafsir Al Quran, seperti dikutip dari Cahaya.

Para ulama menjelaskan bahwa pengulangan ayat ini dalam Surat Al Insyirah merupakan bentuk penegasan kuat mengenai harapan dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya. Surat ke-94 ini terdiri dari delapan ayat dan diturunkan sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad SAW saat menghadapi tantangan dakwah yang sangat berat.

Ayat tersebut tertuang dalam Surat Al Insyirah ayat 5 dan 6 sebagai berikut:

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ

Artinya: \“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.\”

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

Artinya: \“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.\”

Alasan Pengulangan Ayat Dua Kali

Pengulangan dalam Al Quran, menurut ilmu sastra Arab atau balaghah, berfungsi memberikan penekanan terhadap pesan yang disampaikan. Dikutip dari Cahaya, ulama tafsir Ibnu Katsir menguraikan keindahan bahasa pada penggunaan kata al-'usr dan yusra dalam ayat tersebut.

Kata al-'usr yang bermakna kesulitan menggunakan bentuk isim ma’rifah dengan alif lam, yang merujuk pada satu kesulitan yang sama. Sebaliknya, kata yusra atau kemudahan ditulis dalam bentuk isim nakirah atau kata umum tanpa alif lam.

Bentuk nakirah ini mengisyaratkan makna kemudahan yang sangat luas dan tidak terbatas. Oleh sebab itu, para ulama menyimpulkan bahwa satu kesulitan akan senantiasa dibarengi dengan lebih dari satu kemudahan.

Kesulitan dan Kemudahan Hadir Berdampingan

M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah memberikan catatan penting bahwa ayat ini menggunakan kata "bersama", bukan "setelah". Hal ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah sering kali hadir beriringan dengan ujian yang dialami, meskipun terkadang tidak langsung disadari oleh manusia.

Bentuk kemudahan tersebut bisa berupa ketabahan hati, dukungan dari orang sekitar, hingga jalan keluar yang terbuka secara bertahap. Sayyid Qutb dalam Fi Zhilalil Qur’an menambahkan bahwa surat ini bertujuan menenangkan hati Rasulullah SAW dengan mengingatkan nikmat-nikmat sebelumnya, seperti dilapangkannya dada dan ditinggikannya nama beliau.

Makna Ayat 7 dan 8 Surat Al Insyirah

Surat Al Insyirah ditutup dengan arahan untuk terus bergerak dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT. Berikut adalah bunyi ayat tersebut:

“Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain.”

“Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”

Pesan ini menekankan agar seorang Muslim tidak terjebak dalam kesedihan berlarut atau cepat merasa puas. Umat Islam didorong untuk terus berusaha dan tetap teguh dalam keyakinan bahwa setiap kesempitan pasti akan menemukan jalan keluar melalui rahmat Allah.

Bacaan Lengkap Surat Al Insyirah Ayat 1-8

1. اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ

Artinya: \“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?\”

2. وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ

Artinya: \“Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu.\”

3. الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ

Artinya: \“Yang memberatkan punggungmu.\”

4. وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ

Artinya: \“Dan Kami tinggikan bagimu sebutan namamu.\”

5. فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ

Artinya: \“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.\”

6. اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

Artinya: \“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.\”

7. فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ

Artinya: \“Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain.\”

8. وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ ࣖ

Artinya: \“Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.\”

Artikel terkait

Rekomendasi