Menyentuh Hajar Aswad merupakan momen sakral yang menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji dan umrah. Amalan ini dilakukan oleh umat Muslim saat memulai thawaf di Masjidil Haram.
Ritual tersebut dilakukan dengan cara menyentuh, mencium, atau memberikan isyarat ke arah batu hitam tersebut. Praktik ini merujuk pada teladan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW bagi umatnya.
Dikutip dari Cahaya, para ulama menjelaskan bahwa menyentuh Hajar Aswad bukan sekadar aktivitas fisik. Momen ini adalah bentuk dzikir, pengagungan kepada Allah, serta wujud komitmen spiritual untuk mengikuti sunnah Nabi.
Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadis yang menggambarkan sikap Umar bin Khattab saat berhadapan dengan Hajar Aswad. Umar menegaskan bahwa batu tersebut tidak memiliki kekuatan untuk memberi manfaat maupun mudarat secara mandiri.
Meskipun demikian, Umar tetap memilih untuk menyentuh dan menciumnya semata-mata karena ingin meneladani tindakan Rasulullah SAW. Hal ini tertuang dalam riwayat berikut:
ุฃููู ุนูู ูุฑู ุจูู ุงูุฎูุทููุงุจู ุฑูุถูู ุงูููู ุนูู ูุงู ููุฑููููู: ุฃู ุง ูุงููููุ ุฅูููู ููุฃุนููู ู ุฃููููู ุญูุฌูุฑู ูุง ุชูุถูุฑูู ููุง ุชููููุนูุ ูููููุง ุฃูููู ุฑูุฃูุชู ุงููููุจููู ุตูููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ุงุณุชูููู ููู ู ุง ุงุณุชูููู ุชูููุ ูุงุณุชูููู ููุ ุซูู ูู ูุงู: ูู ุง ูููุง ูููุฑููู ูููุ ุฅูููู ุง ูููููุง ุฑุงุกูููุง ุจู ุงูู ูุดุฑูููููุ ููุฏ ุฃููููููู ู ุงููููุ ุซูู ูู ูุงู: ุดูุกู ุตูููุนูู ุงููููุจููู ุตูููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ููุง ููุญูุจูู ุฃู ููุชุฑูููู
"Sesungguhnya Umar bin Khattab radhiyallahu โanhu, beliau berkata kepada Hajar Aswad: โDemi Allah, sungguh aku mengetahui bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi SAW menyentuhmu, niscaya aku tidak akan menyentuhmu.โ Lalu beliau pun menyentuhnya. Kemudian beliau berkata: โApa urusan kita dengan ramal (berlari-lari kecil saat thawaf)? Dahulu kami melakukannya untuk memperlihatkan kekuatan kepada kaum musyrikin, padahal sekarang Allah telah membinasakan mereka.โ Lalu beliau berkata lagi: โSesuatu yang pernah dilakukan Nabi SAW, maka kami tidak suka meninggalkannya.โโ (HR Bukhari)
Lafaz Doa Saat Menyentuh Hajar Aswad
Terdapat beberapa riwayat mengenai doa yang dibaca saat menyentuh Hajar Aswad. Salah satunya berasal dari Abdullah bin Umar melalui jalur Nafiโ yang menyebutkan lafaz singkat sebagai berikut:
ุจูุงุณูู ู ุงูููู ููุงูููู ุฃูููุจูุฑู
โDengan nama Allah, dan Allah Maha Besar.โ (As-Sunan al-Kubra, juz 5, h. 128)
Selain itu, terdapat variasi doa lain yang mencakup pernyataan pembenaran terhadap kitab suci Allah. Lafaz ini bertujuan memperkuat niat pengikut sunnah Nabi dalam beribadah:
ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู ููุงูููููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงููููููู ูู ุชูุตูุฏููููุง ุจูููุชูุงุจูููุ ููุณููููุฉู ููุจูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู
โTiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, pernyataan ini sebagai pembenaran terhadap Kitab-Mu dan sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi-Mu.โ (Ad-Duโa, h. 270)
Penjelasan Imam Syafiโi dan Fleksibilitas Doa
Imam Syafiโi dalam kitab Al-Umm mencatat riwayat dari Ibnu Juraij mengenai dialog antara sahabat dengan Rasulullah SAW. Ketika ditanya mengenai bacaan saat menyentuh Hajar Aswad, beliau memberikan tuntunan berikut:
ุฃูุฎูุจูุฑูููุง ุณูุนููุฏู ุนููู ุงุจููู ุฌูุฑูููุฌู ููุงูู ุฃูุฎูุจูุฑูุชู ุฃูููู ุจูุนูุถู ุฃูุตูุญูุงุจู ุงููููุจูููู โ ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู โ ููุงูู: ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ูููููู ููููููู ุฅุฐูุง ุงุณูุชูููู ูููุง ุงููุญูุฌูุฑูุ ููุงูู ููููููุง ุจูุงุณูู ู ุงูููููู ููุงููููููู ุฃูููุจูุฑู ุฅูู ูุงููุง ุจูุงููููููู ููุชูุตูุฏููููุง ุจูู ูุง ุฌูุงุกู ุจููู ุฑูุณูููู ุงูููููู โ ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู
โSaโid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, ia berkata: Aku diberi kabar bahwa sebagian sahabat Nabi SAW berkata: โWahai Rasulullah, apa yang kami ucapkan ketika kami menyentuh Hajar Aswad?โ Beliau menjawab: โUcapkanlah: Bismillahi wallahu akbar, imanan billahi wa tashdiqan bima jaโa bihi Rasulullahi shallallahu โalaihi wa sallam.โโ (Al-Umm, juz 2, h. 186)
Umat Muslim dapat menggabungkan lafaz-lafaz tersebut menjadi doa yang lebih lengkap. Bacaan ini menjadi simbol kesungguhan hati dalam menghayati setiap gerakan fisik sebagai bentuk pembaruan komitmen kepada Allah SWT.
ุจูุงุณูู ู ุงููููููุ ููููุง ุฅูููฐูู ุฅููููุง ุงููููููุ ููุงูููููู ุฃูููุจูุฑูุ ุฅููู ูุงููุง ุจูุงููููููุ ููุชูุตูุฏููููุง ุจูู ูุง ุฌูุงุกู ุจููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู
โDengan nama Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar. Pernyataan ini sebagai wujud keimanan kepada Allah dan pembenaran terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW."