Ibadah sai merupakan rukun haji yang dilakukan dengan cara berjalan atau berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah. Dilansir dari Detikcom, ibadah ini memiliki kedudukan penting yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap jemaah.
Dalam buku Situs-situs Dalam Alquran karya Syahruddin El-Fikri, sai dipandang sebagai simbol perjuangan fisik. Aktivitas ini mencerminkan pengerahan tenaga dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup serta menghilangkan rasa lapar dan dahaga.
Makna mendalam dari sai juga diulas oleh Syariati dalam bukunya yang berjudul Hajj. Ia menegaskan bahwa sai adalah manifestasi dari usaha yang wajib dilakukan oleh manusia agar tidak mengalami kesengsaraan dalam hidup.
"Jangan pernah berpikir tentang hasilnya. Pasrahkan semuanya pada Allah, karena hanya Dia tempat manusia berpasrah," tulis Syariati dalam karyanya tersebut.
Prosesi ini merujuk pada ketabahan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, saat mencari sumber air untuk putranya, Ismail AS, di tengah padang pasir Makkah. Peristiwa tersebut mengajarkan nilai ketekunan dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT.
Mengenai teknis pelaksanaannya, kitab Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa jemaah diperbolehkan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan. Namun, berjalan kaki tetap dinilai lebih utama dibandingkan naik kendaraan.
Rasulullah SAW diketahui melakukan sai dengan berjalan kaki. Meski demikian, dalam sebuah riwayat Ibnu Abbas RA, Nabi SAW sempat naik kendaraan saat dikerumuni banyak orang agar jemaah lain dapat melihat dan bertanya kepada beliau.
Imam Muslim menyebutkan bahwa mengombinasikan antara berjalan biasa dan lari kecil adalah hal yang diutamakan. Sementara itu, penggunaan kendaraan tanpa adanya uzur atau alasan tertentu dianggap makruh oleh sebagian ulama, termasuk Imam Syafi'i.
Panduan Doa Ibadah Sai
Berdasarkan buku Doa & Zikir Haji dan Umrah 2026 yang diterbitkan kementerian terkait, terdapat beberapa bacaan doa yang dianjurkan selama prosesi sai.
1. Doa Mendekati Bukit Safa
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُولُهُ إِنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أو اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأَ بِمَا بَدَأ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ
Bismillahirrahmaanirrahiim wa rasuluh. Innash shofaa wal marwata min sya'airillah, fa man hajjal baita awi' tamara falaa junaaha 'alaihi an yat thouwwafa bihimaa, wa man tathouwwa'a khoiron fa innallaha syaakirun 'aliim. Abda'u bimaa bada'allahu bihi wa rasuluh.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. Aku memulai sai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai."
2. Doa di Atas Bukit Safa Menghadap Ka'bah
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اَللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا الْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا. لَا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَشَريكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْيْ قَدِيْرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَالْحَمْدُ لله رب العالمين
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walilahil hamd. Allahuakbar 'alaa maa hadaanal hamdullahi 'alaa maa aulaana. Laa ilaaha illallahu wahdahulaa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai'in qodiir. An jaza wa'dahu wa nashara 'abdahu wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallahu walaa na'budu illa iyyahu muhlisiina lahuddaina wa laukarihal kaafiruuna walhamdulillahi robbil 'alamiin.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam."
3. Doa di Antara Dua Pilar Hijau
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكرمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأُخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbighfir warham wa'fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta'lam innaka ta'lamu maa laa na'lamu. Allahummaghfir warham innaka antal aa'azzul akram. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqina adzaa bannaar.
Artinya: "Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka."
4. Doa Penutup di Bukit Marwah
اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانَ وَالْإِسْلَامِ الكَامِل جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ وَارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مالايَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسَنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma rabbanaa taqabbal minna wa'aafinaa wa'fu 'anna, wa 'alaa tha'atika wa syukrika a'inna, wa 'alaa ghairika laa takilnaa wa 'alaal iimani wal islaamil kaamili jamii'an tawaffanaa wa anta raadhin 'annaa. Allahummarhamnii bitarkil ma'aasii abadan maa abqaitanii warhamnii an atakallafa maa laa ya'niinii warzuqnii khusnan nadhori fiimaa yurdhiika 'annaa yaa arhamar raahimiin.
Artinya: "Ya Allah kami mohon terimalah doa dan amalan kami, lindungi dan ampunilah kami berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam Islam yang sempurna dalam keridhaan-Mu. Ya Allah rahmatilah diri kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatlah diri kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kepada kami keridhaan-Mu. Wahai Tuhan yang bersifat Maha Pengasih Yang Penyayang."