Tawaf merupakan elemen krusial dalam rangkaian ibadah haji dan umrah yang dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah. Ritual ini dilaksanakan sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi jemaah bergerak berlawanan arah jarum jam.
Dilansir dari Detikcom, gerakan ini dimulai dari titik Hajar Aswad atau Rukun Hajar Aswad sebagai garis awal keberangkatan jemaah. Sesuai sunnah, jemaah mengawalinya dengan mengusap Hajar Aswad sembari melafalkan doa.
"Bismillahi allahu akbar," merupakan bacaan yang diucapkan saat memulai putaran tersebut. Bagi jemaah yang kesulitan menyentuh langsung karena kepadatan, diperbolehkan memberikan isyarat mengusap dari kejauhan.
Tanda fisik berupa garis pada lantai marmer dan lampu hijau di dinding masjid menjadi panduan jemaah untuk menentukan titik awal dan akhir setiap putaran. Landasan ibadah ini termaktub dalam Al-Qur'an surah Hajj ayat 29.
ثُمَّ لْيَقْضُوْا تَفَثَهُمْ وَلْيُوْفُوْا نُذُوْرَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
Ayat tersebut memerintahkan umat Islam untuk menghilangkan kotoran di badan, menyempurnakan nazar, serta melakukan tawaf di sekeliling Baitullah. Pelaksanaan yang berlawanan arah jarum jam mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Dr. Jamal Elzaky dalam buku karya H. Ahmad Zacky El-Syafa menjelaskan bahwa tawaf melambangkan perputaran alam semesta. Secara sains, banyak pergerakan dasar di alam dimulai dari kiri ke kanan.
Elektron dalam atom bergerak mengelilingi nukleus dengan arah berlawanan jarum jam. Hal serupa ditemukan pada sitoplasma sel, aliran darah dalam tubuh manusia, hingga pergerakan sel telur di dalam kandungan.
Fenomena ini juga terjadi pada skala kosmik, di mana bumi berputar pada porosnya dan mengitari matahari dengan arah yang sama. Bahkan sistem matahari hingga galaksi bergerak mengitari pusat semesta secara konsisten.
Alasan Tawaf Dilakukan Sebanyak Tujuh Kali
Tawaf dilakukan sebanyak tujuh kali karena merujuk langsung pada perbuatan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini diperkuat oleh hadits yang mengisahkan perjalanan Ibnu Umar RA saat memasuki Makkah.
"Ibnu Umar RA masuk Makkah ketika waktu duha. Lalu beliau mendatangi Ka'bah dan menyentuh Hajar Aswad sambil mengucapkan 'Bismillah Wallahu akbar.' Kemudian, beliau lari-lari kecil 3 kali putaran, dan jalan antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad. Setelah sampai di Hajar Aswad, beliau menyentuhnya dan bertakbir, lalu berkeliling 4 tawaf sambil berjalan. Ibnu Umar mengatakan, bahwa Rasulullah SAW juga melakukan hal ini."
Profesor BRIN Thomas Djamaluddin memberikan perspektif tambahan mengenai jumlah putaran tersebut. Menurutnya, angka tujuh menjadi simbol tak terhingga dari simulasi gerak alam semesta yang terus berputar demi menjaga keseimbangan.