Masyarakat Indonesia, khususnya di tanah Jawa, bersiap menyambut momen Malam 1 Suro yang dinilai sakral. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia dan penanggalan Jawa, 1 Suro tahun Jawa 1960 Alip bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah.
Sistem penanggalan masehi menunjukkan bahwa hari besar tersebut jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Perubahan hari pada kalender Jawa dan Hijriah dimulai ketika matahari terbenam atau memasuki waktu maghrib.
Oleh karena itu, Malam 1 Suro 2026 akan berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026, seperti dilansir dari Suara. Waktu ini menjadi puncak pelaksanaan berbagai ritual adat karena dianggap penuh kesakralan.
Momen pergantian tahun Jawa ini bukan sekadar pergantian kalender biasa. Bagi masyarakat, waktu tersebut merupakan fase untuk melakukan refleksi diri, evaluasi kesalahan masa lalu, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Sejarah kesakralan Malam 1 Suro berkaitan erat dengan peran Sultan Agung, raja yang menyatukan imperium Mataram Islam. Pada masa pemerintahannya, Sultan Agung menyatukan Kalender Saka (Jawa-Hindu) dengan Kalender Hijriah (Islam).
Inovasi besar tersebut dilakukan untuk menyatukan masyarakat Jawa yang sempat terpecah karena perbedaan keyakinan. Langkah ini menjadikan 1 Suro sebagai awal tahun baru Jawa yang sakral untuk menyucikan diri atau tapa brata.
Ragam Tradisi Seni dan Budaya
Memahami jadwal serta makna momen ini sangat penting bagi masyarakat yang ingin melakukan refleksi mandiri di rumah. Pemahaman ini juga membantu mereka yang berniat menyaksikan langsung keindahan prosesi budaya.
Setiap daerah di tanah Jawa memiliki cara tersendiri untuk merayakan pergantian tahun ini. Berbagai tradisi populer Malam 1 Suro hingga kini masih terus dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.