Manchester City Wajib Kalahkan Bournemouth Demi Jaga Peluang Juara

Manchester City Wajib Kalahkan Bournemouth Demi Jaga Peluang Juara

Persaingan perebutan takhta Premier League 2025-2026 semakin sengit setelah Arsenal menang atas Burnley dan memperlebar jarak menjadi lima poin dari Manchester City. Situasi ini membuat tim asuhan Pep Guardiola wajib menyapu bersih kemenangan, dimulai dari laga tandang melawan Bournemouth pada Rabu (20/5/2026) pukul 01.30 WIB.

Tantangan besar menghadang The Citizens karena Bournemouth yang berada di posisi keenam sedang dalam performa impresif. Tim besutan Andoni Iraola tersebut tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan liga terakhir dan hanya terpaut empat angka dari Liverpool demi mengamankan tiket Liga Champions.

Kondisi fisik juga menjadi pembeda karena Bournemouth memiliki waktu persiapan selama sepuluh hari. Sementara itu, Manchester City baru saja bertanding di final Piala FA pada Sabtu (16/5/2026) pekan lalu, yang menjadi trofi utama ke-17 bagi Guardiola selama satu dekade menangani klub.

Kesulitan mengenai laga di Stadion Vitality ini diakui secara terbuka oleh manajer Manchester City. Guardiola mengibaratkan pertandingan berat melawan tuan rumah seperti momen saat seseorang harus pergi memeriksakan gigi ke dokter.

"Saya sering menggunakannya sebagai analogi betapa sulitnya," kata Guardiola.

Taktik permainan intensitas tinggi dari The Cherries dinilai menjadi faktor utama yang menyulitkan lawan untuk berkembang. Menurut Guardiola, kelelahan jadwal padat bisa diantisipasi lawan berkat waktu istirahat yang lebih panjang.

"Mereka tidak memberi Anda kesempatan untuk bernapas. Ketika sebuah tim begitu intens, selalu ketika kelelahan datang karena banyaknya pertandingan, mereka dapat sedikit mengurangi tempo ini, tetapi dengan 10 hari untuk mempersiapkan diri, saya mengharapkan tim yang intens," kata Guardiola.

Meskipun demikian, harapan untuk mempertahankan gelar juara domestik masih terus dipelihara oleh sang manajer. Manchester City dijadwalkan menutup kompetisi dengan menjamu Aston Villa di Stadion Etihad, sementara Arsenal akan melakoni laga pemungkas melawan Crystal Palace.

"Saya tidak akan mengatakan Aston Villa mudah, bahkan sebaliknya. Tetapi kami akan senang jika pada hari Minggu para pendukung kami dapat datang pukul 3 sore dan mungkin apa yang terjadi di Selhurst Park akan menyenangkan," kata Guardiola.

Skenario tersebut diharapkan bisa menjaga asa juara klub hingga menit-menit terakhir kompetisi musim ini. Pelatih yang dikabarkan akan meninggalkan Etihad tersebut menegaskan komitmennya untuk berjuang sampai akhir.

"Jadi kami akan mencoba untuk memperpanjangnya dan tetap berharap bahwa kami dapat memenangkan Liga Premier lagi," kata Guardiola.

Pertandingan terakhir di Etihad juga akan menandai pembukaan pertama kalinya untuk tribun utara versi terbaru. Mengenai wacana perubahan nama tribun menggunakan namanya, Guardiola menanggapi hal tersebut dengan santai.

"Mereka tidak perlu melakukan apa pun," kata Guardiola.

Bagi manajer asal Spanyol tersebut, pencapaian sejarah bersama klub jauh lebih berharga daripada sekadar penghargaan formalitas. Kenangan masa jaya menjadi hal paling penting yang akan diingat di masa depan.

"Yang penting adalah ketika Anda sudah menjadi kakek tua, Anda dapat menertawakan kenangan itu," kata Guardiola.

Artikel terkait