Kebersamaan Pep Guardiola bersama Manchester City dipastikan segera usai. Juru taktik berusia 55 tahun tersebut bakal menanggalkan jabatannya pada akhir musim 2025/2026, sekaligus mengakhiri pengabdian satu dekade yang dipenuhi raihan trofi domestik dan internasional.
Keputusan tersebut menjadi akhir dari salah satu periode kepemimpinan paling dominan dalam sejarah Premier League. Seperti dilansir dari Medcom yang mengutip The Athletic, pihak klub kini membidik Enzo Maresca sebagai kandidat utama untuk mengisi posisi manajer permanen di Etihad Stadium mulai musim depan.
Walau belum ada pengumuman resmi dari manajemen, rumor kepergian Guardiola kian menguat seiring terjadinya sejumlah perombakan strategis di level internal. Selama sepuluh tahun memimpin, pelatih asal Spanyol itu telah mempersembahkan 20 gelar juara, termasuk enam trofi Premier League dan satu gelar juara Liga Champions pertama untuk klub pada tahun 2023.
Pertandingan kandang pamungkas musim ini kontra Aston Villa pada 24 Mei mendatang diperkirakan bakal menjadi momen perpisahan emosional bagi sang pelatih. Langkah ini sekaligus menandai fase perubahan besar bagi kubu Manchester City demi memenuhi tuntutan penyegaran di tengah ketatnya kompetisi domestik.
Sosok Enzo Maresca sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi lingkungan Manchester City. Sebelum melanjutkan karier kepelatihannya di Leicester City dan Chelsea, ia pernah dipercaya menukari tim U-21 City serta menjadi asisten Guardiola pada tahun 2022.
Rekam jejak Maresca terbilang impresif setelah sukses mengantarkan Chelsea merengkuh trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub musim ini. Pencapaian tersebut membuatnya dinilai sebagai figur ideal yang mampu menjaga kontinuitas proyek jangka panjang tim.
Dinamika Internal dan Transisi Manajemen
Rencana mundurnya Guardiola bergulir bersamaan dengan masa transisi struktural di dalam jajaran manajemen klub. Hal ini menyusul keputusan hengkangnya Direktur Sepak Bola Txiki Begiristain yang posisinya bakal digantikan oleh Hugo Viana.
Di samping persoalan transisi manajemen, pihak administrasi Manchester City saat ini juga masih harus menghadapi proses investigasi eksternal. Proses tersebut berkaitan dengan munculnya lebih dari 115 tuntutan dugaan pelanggaran regulasi kepatuhan finansial dalam kompetisi domestik.