Mark Zuckerberg Ungkap Alasan Meta PHK 8.000 Karyawan

Mark Zuckerberg Ungkap Alasan Meta PHK 8.000 Karyawan

CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg membeberkan faktor utama di balik keputusan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif. Seperti dikutip dari Teknologi, langkah efisiensi ini dipicu oleh peningkatan alokasi modal pada teknologi kecerdasan buatan (AI) serta tekanan ekonomi global akibat konflik bersenjata.

Perusahaan raksasa teknologi ini berencana memangkas sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya. Pengurangan ini akan berdampak pada kurang lebih 8.000 pegawai dari total 78.000 karyawan Meta yang dijadwalkan terlaksana dalam beberapa pekan mendatang.

Zuckerberg menyebutkan bahwa beban finansial perusahaan saat ini bertumpu pada dua aspek utama, yakni pengembangan infrastruktur komputasi dan manajemen sumber daya manusia. Strategi alokasi modal menjadi alasan kuat di balik restrukturisasi organisasi tersebut.

“Jika kami berinvestasi lebih banyak di satu area untuk melayani komunitas, maka itu berarti kami memiliki lebih sedikit modal untuk dialokasikan ke area lainnya. Jadi, kami memang perlu mengurangi ukuran perusahaan sampai batas tertentu,” kata Zuckerberg dikutip dari Fast Company pada Sabtu (2/5/2026).

Selain faktor finansial, efisiensi yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi turut mengubah kebutuhan jumlah personel dalam sebuah tim. Zuckerberg menyoroti bahwa peran yang sebelumnya membutuhkan banyak orang kini bisa diselesaikan oleh kelompok kecil.

Kelebihan jumlah staf pada tim yang sudah efisien dinilai dapat memberikan dampak negatif bagi kinerja perusahaan di masa depan. Upaya perbaikan struktur tim menjadi prioritas manajemen untuk menjaga produktivitas tetap optimal.

“Jadi, kami perlu memperbaiki itu,” imbuhnya.

Di sisi lain, moral internal karyawan Meta dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Data platform anonim Blind menunjukkan sentimen negatif terhadap perusahaan melonjak hingga empat kali lipat dibandingkan tahun 2024.

Fokus pada Produktivitas AI dan Struktur Organisasi

Chief Financial Officer Meta Susan Li menyatakan perusahaan sedang berupaya mengoptimalkan ukuran organisasi melalui pemanfaatan perangkat AI. Teknologi ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas di tengah fase transisi perusahaan.

“Perusahaan sangat fokus memanfaatkan alat AI untuk meningkatkan produktivitas dan kami masih mencari ukuran organisasi yang paling optimal,” ujarnya.

Meskipun biaya kompensasi diprediksi akan turun pasca-PHK, perusahaan masih harus menanggung beban biaya restrukturisasi dalam jangka pendek. Sementara itu, Chief People Officer Meta Janelle Gale memberikan sinyal mengenai potensi kebijakan serupa ke depan.

“Apakah akan ada PHK lagi? Pertanyaan itu selalu muncul. Saya ingin mengatakan tidak akan ada lagi PHK, tetapi saya tidak bisa menjanjikan sesuatu yang tidak dapat kami penuhi,” katanya seperti dikutip dari Business Insider.

Gale menekankan bahwa penyesuaian tim akan terus dilakukan secara berkala. Meta juga berupaya melakukan relokasi terhadap talenta yang sudah ada agar tetap bisa berkontribusi dalam posisi yang berbeda.

Pengaruh Kondisi Geopolitik dan Kinerja Saham

Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut menjadi perhatian Zuckerberg. Ia menilai kenaikan harga energi akibat konflik tersebut secara langsung memengaruhi daya beli masyarakat terhadap produk non-primer.

“Jika harga minyak naik, konsumen akan menghabiskan lebih banyak uang untuk minyak dan bahan bakar dan lebih sedikit untuk hal-hal yang bersifat diskresioner yang biasanya menjadi target iklan,” jelasnya.

Sentimen pasar terhadap Meta juga sempat memburuk yang ditandai dengan koreksi harga saham hingga 10 persen. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terkait rencana peningkatan belanja modal perusahaan yang cukup agresif.

Meta diketahui menyiapkan dana hingga US$145 miliar atau setara Rp2.501,25 triliun untuk pengembangan infrastruktur AI. Dalam perubahan besar ini, Zuckerberg menegaskan komitmen perusahaan untuk mengalihkan fokus pada pengembangan berbagai aplikasi baru di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi