Pebalap KTM Pedro Acosta mengalami insiden tabrakan besar akibat kegagalan sistem kelistrikan pada motornya saat memimpin balapan MotoGP Catalunya 2026 pada Senin (18/5/2026).
Gangguan teknis tersebut membuat motor Acosta kehilangan tenaga secara mendadak di Tikungan 9 menuju lintasan lurus belakang. Laju motor yang melambat drastis membuat Alex Marquez di belakangnya tidak sempat menghindar, seperti dilansir dari Otomotif.
Benturan keras itu mengakibatkan Alex Marquez menderita beberapa patah tulang. Sementara itu, Acosta berhasil selamat dari kecelakaan fatal tersebut tanpa mengalami cedera serius.
"Saya mengalami masalah kelistrikan. Di lintasan lurus, motor tiba-tiba kehilangan tenaga. Dari posisi gas penuh, tiba-tiba tidak ada respons sama sekali," ujar Acosta kepada TNT, dikutip dari Crash.net, Senin (18/5/2026).
Kegagalan mekanis ini memutus harapan pebalap muda tersebut untuk mengamankan podium pertama hingga garis finis. Acosta sebenarnya sempat kembali ke lintasan setelah mengganti kendaraan di pit.
"Saya menggunakan motor kedua dan motornya baik-baik saja. Tapi tidak mudah untuk kembali membalap setelah situasi buruk seperti hari ini, terutama setelah kecelakaan besar yang dialami Alex," kata Acosta.
Nasib sial Acosta berlanjut hingga ia gagal menyentuh garis finis setelah terjatuh pada putaran terakhir akibat bersenggolan dengan Ai Ogura. Balapan itu sendiri diwarnai dua kali penghentian total akibat serangkaian insiden.
"Situasinya benar-benar buruk. Karena itu saya rasa tidak perlu membahas balapannya lebih jauh. Menurut saya, setelah dua kali red flag, tidak perlu lagi ada percobaan ketiga untuk melanjutkan balapan," lanjut Acosta.
Fabio Di Giannantonio akhirnya keluar sebagai pemenang dalam balapan yang penuh dengan kibaran bendera merah tersebut. Acosta menilai pengulangan start yang terlalu banyak sangat menguras fisik dan berisiko bagi para pebalap.
"Hal seperti ini sebenarnya tidak perlu. Memang benar pertunjukan itu penting, tetapi kami adalah orang-orang yang membuat pertunjukan tersebut," ujar Acosta.
Pebalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa situasi di sirkuit tersebut sudah melampaui batas kenyamanan pebalap profesional.
"Tidak menyenangkan harus menjalani tiga kali start balapan dalam satu hari," kata Acosta.