Memahami Arti Haji Mabrur Lengkap dengan Hadits Keutamaan dan Doanya

Memahami Arti Haji Mabrur Lengkap dengan Hadits Keutamaan dan Doanya

Meraih haji mabrur merupakan cita-cita tertinggi bagi setiap umat Islam yang melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Perjalanan spiritual ini membawa harapan besar agar seluruh rangkaian ritual ibadah diterima oleh Allah SWT serta membawa perubahan perilaku menjadi lebih baik setelah kembali ke tanah air.

Istilah haji mabrur kerap dijumpai dalam berbagai hadits Nabi SAW, bahkan sering dikaitkan dengan ganjaran pahala yang sangat besar. Dilansir dari Detikcom, terdapat beberapa pandangan ulama mengenai definisi serta indikator dari predikat haji yang mabrur ini.

Berdasarkan buku Kamus Kecil Karakter Islami karya H. Brilly El-Rasheed, S.Pd., Ibnu Khalawaih menjelaskan penafsirannya mengenai istilah ini.

"Haji mabrur adalah haji yang maqbul (haji yang diterima)."

Di sisi lain, terdapat pandangan berbeda dari kalangan ulama mengenai kesucian ibadah tersebut selama di Tanah Suci. Pandangan ini dipilih oleh An-Nawawi dalam kitab Fath Al-Bari.

"Haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri dengan dosa."

Melalui pemaparan tersebut, haji mabrur dapat diartikan sebagai ibadah yang diterima Allah SWT, dilaksanakan berlandaskan niat ikhlas, mengikuti tuntunan syariat, serta terjaga dari kemaksiatan sepanjang pelaksanaannya.

Hadits Keutamaan Haji Mabrur

Buku Seri Fiqih Kehidupan susunan Ahmad Sarwat merinci beberapa hadits yang menegaskan keutamaan besar bagi umat muslim yang mabrur hajinya.

1. Balasan Surga

Rasulullah SAW menegaskan ganjaran mutlak bagi jemaah yang meraih predikat mabrur melalui sabdanya.

"Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga." (HR Bukhari dan Muslim)

2. Amalan Paling Utama setelah Iman dan Jihad

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW memberikan urutan mengenai tingkatan amalan yang paling utama dalam Islam.

"Amalan apakah yang paling utama?" Nabi menjawab, "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya." Ditanya pula, "Lalu apa?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah." Beliau ditanya lagi, "Kemudian apa?" Jawab beliau, "haji mabrur." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Haji Sebagai Pengganti Jihad bagi Wanita

Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kesempatan kaum wanita untuk turut serta dalam berjihad.

"Wahai Rasulullah, kami melihat jihad merupakan amalan yang paling utama, apakah kami (kaum wanita) tiada boleh berjihad?" Rasulullah SAW menjawab: "Tidak, melainkan jihad yang paling utama dan terbaik adalah haji, yaitu haji yang mabrur." (HR Bukhari)

4. Jihad bagi Beberapa Golongan

Ibadah haji dan umrah juga diposisikan sebagai bentuk perjuangan utama bagi kelompok masyarakat tertentu.

"Jihadnya orang yang sudah tua, anak kecil dan wanita adalah haji dan umrah." (HR an-Nasaai)

Cara Menggapai Haji Mabrur

Buku Kiat Menggapai Haji Mabrur Berlandaskan Dalil Al-Qur'an dan As Sunnah serta Perspektif Para Umat karya Abu Ubaidillah Muhaimin bin Subaidi memaparkan beberapa langkah penting yang perlu ditempuh oleh jemaah:

  • Mengetahui syarat wajib dan rukun haji
  • Membersihkan diri dari dosa
  • Berangkat dengan harta yang halal
  • Khusyuk dalam ibadah haji
  • Menunaikan zakat
  • Beribadah dengan sikap ihsan

Doa agar Haji Mabrur

Jemaah dapat memanjatkan beberapa pilihan doa berikut agar dianugerahi haji yang mabrur selama menjalankan ibadah.

Doa 1

ِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا Mَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا

Arab latin: Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj'al hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran.

Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, kutukan bagi segala setan dan ridha bagi Allah Yang Maha Pengasih, Ya Allah Tuhanku, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur dan sai yang diterima."

Doa 2

اللهم اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَعُمْرَةَنَا عُمْرَةً مَبْرُوْرًا، وَسَعْيَنَا سَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَا ذَنْبًا مَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَا عَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَةَنَا تِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ.

Arab latin: Allahumaj'al hajjana hajjan mabruuraa, wa 'umratan 'umratan mabruuraa, wasa'yanaa sa'yan masykuuraa, wa dzanbanaa dzanban maghfuuraa, wa 'amalanaa 'amalan shaalihan maqbuulaa, wa tijaaratan lan tabuura, yaa 'aalima maa fish shudur akhrijnaa minadzh dzhulumaati ilan nuur.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur (baik dan diterima), umrah kami umrah yang mabrur, sai kami sai yang disyukuri, doa kami dosa yang diampuni, amal kami amal saleh yang diterima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam dada, keluarkanlah kami dari kezaliman menuju cahaya (keimanan)."

Tanda-tanda Haji Mabrur

Tingkat kemabruran ibadah haji umumnya dapat diukur dari adanya transformasi positif pada perilaku jemaah sekembalinya dari Tanah Suci ke kehidupan sehari-hari.

Merujuk pada buku 65 Kultum Kamtibmas karya Syarif Hidayatullah serta Bimbingan Lengkap Haji dan Umrah susunan M Syukron Maksum, beberapa karakteristik khas jemaah haji mabrur meliputi:

  • Santun dalam berkata-kata (thayyibul kalam)
  • Menebarkan kedamaian (ifsya'us salam)
  • Memiliki kepedulian sosial (ith'amut tha'am)
  • Semakin taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
  • Akhlak lebih baik dan banyak bersedekah
  • Semangat berdakwah
  • Menjaga amanah
  • Suka menolong sesama
  • Menyambung silaturahmi
  • Mencintai ilmu dan majelis ilmu

Artikel terkait

Rekomendasi