Sholat Idul Adha menjadi ibadah sunnah yang dinantikan umat Islam setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Pelaksanaan ibadah ini di banyak masjid dan musala memiliki tradisi tersendiri, yaitu kehadiran bilal yang menyerukan bacaan khusus.
Dikutip dari Cahaya, sholat Idul Adha memang tidak diawali dengan azan dan iqomah seperti sholat wajib lima waktu. Peran bilal tetap penting untuk mengatur jalannya ibadah berjamaah serta menyampaikan doa dan ajakan beribadah.
Ketiadaan azan dan iqomah dalam sholat Id didasarkan pada hadis riwayat sahabat Ibnu Abbas RA dan Jabir bin Abdullah RA yang menyatakan bahwa tidak ada azan sebelum sholat Idul Fitri dan Idul Adha.
Jabir bin Samurah RA juga menyebutkan pernah melaksanakan sholat Id bersama Nabi Muhammad SAW tanpa azan dan iqomah. Penjelasan ini diperkuat dalam kitab Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.
Meski demikian, mayoritas ulama memperbolehkan seruan khusus dari bilal sebagai ajakan sholat berjamaah. Di Indonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), bilal bertugas memandu jamaah sebelum sholat, setelah selesai sholat, hingga menjelang khutbah.
Buku Kumpulan Doa, Dzikir dan Sholawat Al-Khoirot karya A. Fatih Syuhud menyebutkan bacaan bilal berisi ajakan sholat berjamaah, doa, serta pengingat agar jamaah mendengarkan khutbah dengan khusyuk.
Sebelum imam memulai sholat Id, bilal akan mengumandangkan seruan dengan suara lantang. Berikut teks bacaan bilal sebelum sholat dimulai:
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى جَامِعَةً لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Ash-shalaatu sunnatan li'iidil adhaa rak'ataini shalaatan jaami'atan rahimakumullaah. Ash-shalaatu sunnatan li'iidil adhaa rak'ataini shalaatan jaami'atan rahimakumullaah. Ash-shalaatu sunnatan li'iidil adhaa laa ilaaha illallaah.
Artinya: "(Marilah kita) sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kalian semua. (Marilah kita) sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kalian semua. (Marilah kita) sholat sunnah Idul Adha berjamaah. Tiada tuhan selain Allah."
Bacaan Bilal Setelah Sholat Idul Adha
Setelah sholat selesai, bilal kembali mengumandangkan seruan sebagai pengantar sebelum khatib menyampaikan khutbah:
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ الله
Ma'aasyiral muslimina wa zumratal mu'miniina rahimakumullaah, i'lamuu anna yaumakum haadzaa yaumu 'iidil adha wa yaumus suruuri wa yaumul maghfuuri, ahalallahu lakum fiihith tha'aama wa harrama 'alaikumush shiyaama, idzaa sha'idal khatiibu 'alal minbari anshituu atsaabakumullaahu, wasma'uu ajaarakumullaahu, wa athii'u rahimakumullaah.
Artinya: "Wahai sekalian kaum muslimin dan golongan kaum mukminin, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian. Ketahuilah sesungguhnya hari kalian ini adalah hari Idul Adha, hari bahagia, dan hari pengampunan. Allah menghalalkan bagi kalian makan pada hari itu dan Allah mengharamkan bagi kalian puasa pada hari itu. Apabila khatib naik ke atas mimbar, perhatikanlah, dengarkanlah dan taatilah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian."
Bacaan Bilal Sebelum Khutbah Dimulai
Tepat sebelum khutbah dimulai, bilal membaca sholawat dan doa untuk seluruh kaum Muslimin:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ . اللَّهُمَّ قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْإِيْمَانَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِ الدِّيْنِ، رَبِّ إخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad, allahumma shalli 'ala sayidina wa maulaana muhammad, Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina wa maulana muhammad wa 'ala aali sayyidina muhammad. Allahumma qawwil islam wal imaana minal muslimiin wal muslimaat wal mu'miniina wal mu'minaat al ahyaa-i minhum wal amwaat, wanshurhum 'ala mu'aaniddiin, rabikhtim lanaa minka bil khair, wa ya khairan naashiriina birahmatika yaa arhamarraahimiin.
Artinya: "Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (laki-laki) dan muslimat (perempuan), kaum mukminin (laki-laki) dan mukminat (perempuan), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, mudahkanlah mereka untuk mengokohkan agama, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."
Keberadaan bilal memiliki beberapa hikmah penting. Pertama, membantu menertibkan jamaah sebelum sholat dimulai. Kedua, menjadi pengingat bahwa hari raya adalah momentum memperbanyak syukur, takbir, dan ketakwaan.
Ketiga, bacaan bilal menjadi bagian dari syiar Islam yang menambah kekhidmatan suasana. Kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq menjelaskan sholat Id merupakan syiar besar umat Islam yang dianjurkan secara berjamaah penuh kegembiraan.
Setiap rangkaian pelaksanaan sholat Idul Adha, termasuk tradisi bilal, menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan, meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta menumbuhkan kepedulian sosial.