Ka'bah yang berdiri megah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia menyimpan berbagai benda bersejarah di balik dindingnya. Dilansir dari Detikcom, bagian dalam bangunan suci ini berisi ornamen yang memiliki nilai sejarah tinggi dari berbagai era kepemimpinan Islam.
Salah satu pemandangan yang mencolok di antara pilar-pilar penyangga adalah keberadaan sejumlah lentera yang sekilas terlihat seperti ceret dan teko. Menurut Encyclopedia Britannica, benda-benda tersebut sebenarnya adalah lampu yang terbuat dari perak dan emas.
Lentera-lentera ini merupakan persembahan atau hadiah dari para sultan, raja, dan khalifah di masa lampau. Banyak dari benda tersebut yang dihiasi dengan prasasti ayat-ayat Al-Qur'an serta nama penguasa yang memesannya sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap Ka'bah.
Selain hiasan gantung, terdapat beberapa bagian krusial yang memiliki fungsi dan sejarah spesifik. Salah satunya adalah kunci Ka'bah yang memiliki panjang sekitar 35 cm dan terbuat dari logam khusus.
Nabi Muhammad SAW mempercayakan kunci tersebut kepada Utsman bin Abi Thalhah dari keturunan Bani Abdu Dar pada tahun 8 Hijriah. Hingga saat ini, amanah penjagaan kunci tersebut diteruskan oleh keturunannya yang dikenal sebagai Bani Syaibah.
Di dalam ruangan, pengunjung juga dapat menemukan kotak marmer yang terletak di sisi kanan pintu masuk. Kotak ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan minyak serta parfum yang digunakan untuk proses pencucian dan pembersihan area dalam Ka'bah secara berkala.
Terdapat pula struktur pintu internal di sisi utara yang dikenal dengan nama Pintu Taubat. Pintu ini dibangun menggunakan material kayu pilihan yang dilapisi dengan ukiran emas dan perak yang sangat detail.
Tempat Salat Nabi dan Kesaksian Para Tokoh
Lantai Ka'bah memiliki pola unik yang menyerupai sajadah di satu titik tertentu. Titik tersebut merupakan lokasi di mana Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat saat beliau memasuki Ka'bah pada peristiwa Fathu Makkah.
Area lain yang sangat dihormati adalah Al-Multazam, yakni ruang yang berada di tengah antara sisi kiri pintu Ka'bah dan Hajar Al-Aswad. Area ini dikenal sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa bagi umat Islam.
Catatan sejarah dari Ibnu Jubair pada abad ke-12 memberikan gambaran lebih rinci mengenai interior bangunan ini. Penjelajah tersebut menyebutkan adanya kotak berisi mushaf Al-Qur'an dan beberapa pintu kecil berlapis perak di setiap sudut rukun.
Ibnu Jubair juga mencatat adanya pintu Ar-Rahmah yang menjadi akses menuju tangga untuk naik ke atap bangunan. Menurut pengamatannya, terdapat ruangan di bagian bawah yang menjadi tempat berdiri Nabi Ibrahim.
Senada dengan itu, Ibnu Bathuthah dalam catatannya pada abad ke-14 menjelaskan bahwa lantai dan dinding Ka'bah dilapisi oleh marmer bermotif. Ia menyaksikan tiga tiang kayu jati yang berdiri sejajar di tengah ruangan dengan jarak antar tiang sekitar tiga meter.
Di bagian atas tiang-tiang penyangga tersebut, terdapat struktur yang menghubungkan dinding barat daya dengan dinding timur laut. Papan-papan kayu yang memuat nama para tokoh yang berkontribusi dalam pembangunan Ka'bah juga terpasang di sepanjang dinding interior bangunan suci tersebut.