Kumandang takbir menjadi penanda tibanya hari yang penuh kemuliaan sekaligus bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Alunan suara takbir yang menggema di berbagai tempat menghadirkan suasana haru dan penuh kekhusyukan jelang hari raya.
Dilansir dari Detikcom, ibadah takbiran bukan sekadar tradisi tahunan melainkan memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Para ulama berpandangan bahwa petunjuk mengagungkan Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah Ayat 185 berlaku untuk takbir Idul Fitri dan diqiyaskan untuk Idul Adha.
Dalam surah Al-Baqarah Ayat 185, Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Mayoritas ulama menyatakan bahwa hukum takbiran Idul Adha adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Amalan ini menjadi bagian dari syiar Islam yang dianjurkan untuk dikumandangkan secara mandiri maupun berjamaah.
Berdasarkan kitab Fikih Ibadah karya Hasan Ayyub, takbir Idul Adha dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad.
Takbir mursal merupakan takbir yang dapat dikumandangkan kapan saja, baik sebelum maupun sesudah salat. Umat Islam biasa menggemakan takbir jenis ini di rumah, masjid, jalanan, maupun tempat umum lainnya.
Sementara itu, takbir muqayyad dianjurkan khusus setelah selesai menunaikan salat fardu. Kebanyakan ulama menyarankan pembacaannya dimulai sejak waktu subuh pada hari Arafah hingga waktu asar di hari Tasyrik terakhir.
Anjuran ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan dari Ali dan Ammar:
"Nabi SAW mengeraskan bacaan 'bismillahi rahmaanirrahim' pada salat fardhu, membaca qunut untuk salat subuh, dan mengumandangkan takbir sejak subuh hari Arafah sampau salat Ashar hari terakhir hari tasyrik." (HR Hakim)
Jadwal Pelaksanaan Takbiran Idul Adha 2026
Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama RI, awal Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026. Hal ini menandakan bahwa 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha 2026 bertepatan pada Rabu, 27 Mei 2026.
Pelaksanaan takbir mursal dapat dimulai sejak Senin, 18 Mei 2026 atau 1 Zulhijah 1447 H. Kumandang ini berlangsung sampai malam menjelang salat Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026, dengan momen malam takbiran sebagai waktu yang paling umum di masyarakat.
Untuk takbir muqayyad, pembacaannya dimulai setelah salat Subuh pada Selasa, 26 Mei 2026 atau 9 Zulhijah 1447 H. Amalan ini terus berlanjut setiap selesai salat fardu hingga setelah salat Asar pada Sabtu, 30 Mei 2026 atau 13 Zulhijah 1447 H.
Lafal Takbiran Idul Adha
Berikut adalah lafal takbiran Idul Adha yang dapat diamalkan umat Islam:
للهُ اكبَرْ, اللهُ اكbَرْ اللهُ اكbَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكbَرُوَِللهِ الحَمْد
Latin: Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd
Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."
Masyarakat juga bisa menggunakan bacaan takbiran yang lebih ringkas sebagai berikut:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, kabiran.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan kebesaran-Nya"
Selain itu, terdapat bacaan dzikir takbiran yang lebih panjang dan lengkap:
اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ
Latin: Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd. Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa. Laailaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyrikuun. Laailaahaillallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah wa a'azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah. Laailaahaillallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahilhamd.
Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah."