Tanggal 25 Februari menyimpan beragam makna mendalam di balik ketenangannya. Dilansir dari Caritahu, momen ini merangkum lembaran sejarah perjuangan rakyat hingga bentuk kesenangan sederhana bagi masyarakat dunia.
Meskipun jatuh di tengah masa puasa Ramadan 1447 H tanpa adanya cuti bersama, tanggal ini diperingati melalui berbagai momentum penting.
Quiet Day atau Hari Tenang hadir sebagai sebuah peringatan informal. Momentum ini menjadi ajakan bagi masyarakat modern agar secara sengaja mencari ketenangan di tengah hiruk-piruk kehidupan.
Tujuan utama dari peringatan ini adalah membatasi paparan suara bising. Gangguan tersebut bisa bersumber dari gawai, kepadatan lalu lintas, media sosial, hingga obrolan yang riuh.
Melalui ruang sunyi ini, masyarakat dapat mengistirahatkan mental, berefleksi, ataupun bermeditasi. Upaya ini bermanfaat dalam menekan stres, mempertajam fokus, serta meningkatkan kualitas tidur.
Langkah merayakannya dapat dimulai dengan menonaktifkan notifikasi ponsel selama beberapa jam. Menghindari tayangan televisi atau musik keras juga menjadi alternatif yang baik.
Masyarakat dapat memilih kegiatan yang menenangkan seperti membaca buku, berjalan kaki tanpa pelantang telinga, atau menulis jurnal. Membuat komitmen waktu tenang bersama keluarga di rumah juga sangat disarankan.
Peringatan Revolusi Kekuatan Rakyat di Filipina
Dunia juga mengenang gerakan demokrasi global melalui Hari Revolusi Kekuatan Rakyat atau EDSA Revolution. Peristiwa ini menjadi hari libur nasional resmi di wilayah Filipina.
Jutaan warga Filipina berkumpul secara damai di sepanjang Epifanio de los Santos Avenue (EDSA) di Manila selama empat hari pada tahun 1986. Aksi massa tanpa kekerasan ini berhasil menyudahi rezim diktator Ferdinand Marcos setelah berkuasa selama 20 tahun.
Sejumlah tokoh kunci menggerakkan momentum ini. Tokoh tersebut meliputi Corazon โCoryโ Aquino, Kardinal Jaime Sin yang menggerakkan umat melalui siaran radio, serta Jenderal Fidel Ramos dan Juan Ponce Enrile yang membelot.
Keberhasilan protes damai tanpa pertumpahan darah ini kemudian menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di berbagai negara, termasuk Thailand, Serbia, hingga Ukraina.
Pemerintah Filipina memperingati momen ini dengan upacara kenegaraan di EDSA Shrine, parade, pidato kepresidenan, pemutaran film dokumenter, serta aksi bakti sosial.
Hari Kacang Berlapis Cokelat Nasional
Sisi unik lain dari tanggal 25 Februari adalah perayaan National Chocolate-Covered Nuts Day. Peringatan ini populer dirayakan di Amerika Serikat serta menyebar ke negara lain seperti Bahrain.
Hari khusus ini didedikasikan untuk mengapresiasi camilan sederhana berupa kacang tanah, almond, hazelnut, atau mete yang dibalut lapisan cokelat leleh.
Perayaan ini mulai muncul di kalender kuliner Amerika Serikat sejak awal era 2000-an. Konsumsi global untuk kudapan manis ini diperkirakan mencapai miliaran butir setiap tahunnya.