Masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa, rutin merayakan tradisi Lebaran Ketupat pasca Idulfitri. Dilansir dari Kiaton, momentum ini biasanya berlangsung pada hari ketujuh bulan Syawal setelah umat Islam merampungkan puasa sunnah enam hari. Namun, berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) RI, perayaan tersebut tercatat dilaksanakan pada hari ke-8 setelah Idulfitri.
Perayaan ini tidak sekadar identik dengan hidangan kuliner, melainkan dipenuhi aktivitas yang kaya akan makna kebersamaan, syukur, dan jalinan silaturahmi. Proses memasak makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur ini umumnya dilakukan bersama keluarga guna membangun atmosfer kehangatan.
Ketupat menjadi hidangan yang populer di Indonesia sejak abad ke-15 setelah diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Tokoh Wali Songo tersebut memanfaatkan kuliner ini sebagai media dakwah Islam di tanah Jawa melalui pendekatan budaya yang persuasif.
Dalam kebudayaan Jawa, makanan tradisional ini menyimpan filosofi mendalam sebagai simbol pengakuan kesalahan atau ngaku lepat dan kesucian hati. Langkah menyajikan ketupat bersama lauk khas seperti opor ayam, sambal goreng ati, dan sayur labu menjadi simbol permohonan maaf yang selaras dengan spirit Idulfitri.
Aktivitas Utama dan Tradisi Daerah
Lebaran Ketupat berfungsi sebagai sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga. Masyarakat saling mengunjungi rumah kerabat serta tetangga untuk membagikan hidangan sekaligus mempererat tali persaudaraan.
Selain silaturahmi, warga di beberapa daerah juga menggelar doa bersama atau selamatan di masjid, mushola, maupun rumah tinggal sebagai wujud rasa syukur. Acara kemudian dilanjutkan dengan agenda makan bersama dari makanan yang dibawa oleh masing-masing warga.
Festival Kebudayaan dan Rekreasi
Perayaan tradisi ini juga dimeriahkan dengan penyelenggaraan festival atau kirab ketupat di sejumlah wilayah. Dalam acara tersebut, anyaman janur dihias dan diarak dalam bermacam-macam bentuk unik hingga menjadi daya tarik wisata budaya setempat.
Momen ini juga kerap dimanfaatkan oleh banyak keluarga untuk pergi berekreasi bersama. Mengunjungi objek wisata alam seperti pantai, taman, atau tempat hiburan lainnya menjadi pilihan masyarakat guna menikmati sisa waktu liburan.