Dunia percintaan modern kini diramaikan oleh tren baru di kalangan Gen Z yang disebut wildflowering. Fenomena ini muncul di tengah banyaknya istilah hubungan lain seperti situationship hingga hubungan tanpa status yang jelas.
Gaya kencan ini mengajak seseorang untuk menjalani hubungan dengan lebih santai. Pelakunya tidak perlu terburu-buru dalam menentukan status atau masa depan hubungan mereka.
Konsep wildflowering pada dasarnya adalah membiarkan sebuah hubungan berkembang secara alami, seperti dilansir dari Wolipop yang mengutip New York Post. Seseorang diajak fokus mengenal pasangannya terlebih dahulu daripada langsung memikirkan pernikahan sejak awal berkenalan.
Aturan dan ekspektasi yang penuh dalam dunia kencan modern membuat banyak orang merasa lelah. Tidak sedikit individu menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan arti sebuah pesan atau kapan waktu tepat memberi label resmi.
Pendekatan ini dinilai bisa membantu orang yang cenderung terlalu cepat memikirkan masa depan saat baru mulai berkencan. Hal tersebut diungkapkan oleh pelatih kencan Amy Chan.
Menurut Amy Chan, proses kencan seharusnya menjadi kesempatan untuk saling mengenal. Momen ini juga menjadi waktu untuk memahami apa yang benar-benar dicari dalam diri seorang pasangan.
Meskipun terdengar menyenangkan, para ahli mengingatkan bahwa wildflowering bukan berarti menjalani hubungan tanpa tujuan sama sekali. Keseimbangan dalam menjalin hubungan tetap diperlukan oleh setiap orang.
Pelatih kencan Damona Hoffman mengatakan seseorang tetap perlu memahami keinginan dan batasannya dalam sebuah hubungan. Hal ini penting dilakukan agar tidak berakhir dengan rasa kecewa.
Seseorang berisiko terjebak dalam hubungan yang berjalan lama tetapi tidak memiliki kepastian jika terlalu mengikuti arus tanpa arah jelas. Menjalani hubungan secara santai boleh saja, namun tetap penting mengetahui apa yang diharapkan.
Para ahli menilai tren ini tidak cocok untuk semua orang yang sedang mencari pasangan. Pendekatan santai ini mungkin akan membantu mereka yang biasanya terlalu cepat jatuh cinta dan terburu-buru menjalin hubungan serius.
Kondisi berbeda terjadi pada orang yang sering berganti pasangan tanpa pernah membangun kedekatan mendalam. Kelompok ini mungkin justru membutuhkan komitmen yang lebih jelas sejak awal.
Fenomena wildflowering ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang Gen Z terhadap hubungan asmara. Banyak anak muda kini lebih memilih membangun hubungan yang terasa nyaman dan alami.
Langkah tersebut diambil dibanding harus mengikuti aturan atau target tertentu yang dianggap membebani. Kendati demikian, komunikasi yang baik dan kejelasan mengenai harapan masing-masing tetap menjadi hal penting.
Hubungan yang sehat tidak hanya membutuhkan kebebasan bagi setiap pihak. Hubungan tersebut juga memerlukan arah yang jelas agar dapat berkembang dengan baik.