Meta Buka Akses Kacamata Pintar Ray Ban Display untuk Pengembang

Meta Buka Akses Kacamata Pintar Ray Ban Display untuk Pengembang

Meta mulai membuka platform kacamata pintar premium mereka, Meta Ray-Ban Display, untuk aplikasi dan game buatan pihak ketiga. Langkah strategis ini diambil agar perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut memiliki ekosistem fungsi yang lebih luas di luar fitur bawaan.

Perangkat wearable ini dipasarkan dengan harga sekitar 800 dollar AS atau berkisar Rp 13 juta (kurs Rp 16.300 per dollar AS). Seperti dilansir dari Tekno, kacamata pintar ini dilengkapi dengan layar terintegrasi serta dukungan AI.

Sejak pertama kali diluncurkan, sejumlah fitur baru sebenarnya telah disematkan seperti teleprompter bawaan dan kemampuan handwriting virtual. Namun, fungsionalitas kacamata ini dinilai masih terbatas karena sebagian besar pengalaman pengguna masih bergantung pada layanan Meta AI.

Guna mengatasi keterbatasan tersebut, raksasa teknologi ini membuka akses bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi khusus. Pembuatan aplikasi dapat dilakukan melalui basis mobile maupun web app.

Para pengembang dapat memanfaatkan toolkit khusus bernama Meta Wearables Device Access Toolkit. Perangkat pengembangan ini berfungsi untuk menghadirkan elemen visual seperti teks, gambar, tombol, daftar, hingga tayangan video pada layar kacamata.

Aplikasi berbasis web dapat dirancang menggunakan teknologi umum seperti HTML, CSS, dan JavaScript. Pendekatan universal tersebut memudahkan developer iOS, Android, maupun web untuk membawa karya mereka ke dalam platform wearable Meta.

Ekosistem Game dan Kendali Sensor Otot

Langkah ekspansi ini juga menandai hadirnya sektor hiburan game pada perangkat wearable tersebut. Beberapa judul game awal yang sudah diperkenalkan ke publik di antaranya adalah β€œGOAT” dan β€œ2048”.

Sistem kendali permainan dirancang secara inovatif menggunakan Meta Neural Band. Gelang khusus berbasis electromyography (EMG) ini mampu membaca sinyal otot tangan pengguna untuk mengontrol perangkat lewat gerakan kecil jari dan pergelangan tangan.

Melalui keterbukaan ekosistem ini, Meta berupaya mentransformasi kacamata pintar menjadi platform komputasi wearable yang menyerupai smartphone. Strategi ini berjalan di tengah meningkatnya persaingan perangkat AI wearable dari perusahaan teknologi global lain seperti Google, Apple, hingga Snap.

Pertumbuhan pasar gawai ini juga tercermin dalam laporan keuangan kuartal keempat (Q4) 2025 dari EssilorLuxottica, yang menyebutkan penjualan kacamata pintar Meta sepanjang 2025 meningkat lebih dari tiga kali lipat. Meta dijadwalkan kembali menggelar konferensi pengembang Meta Connect pada September 2026 mendatang untuk berfokus pada AI, wearable, dan virtual reality.

Artikel terkait

Rekomendasi