Meta resmi meluncurkan paket langganan berbayar bernama Meta One serta lini Plus untuk aplikasi Facebook, Instagram, dan WhatsApp pada Rabu (27/5/2026) guna memperluas fitur premium dan layanan kecerdasan buatan.
Langkah ini diambil setelah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 10 persen karyawannya untuk mendiversifikasi pendapatan yang selama ini bergantung pada iklan digital.
Melalui pengumuman video, manajemen menjelaskan bahwa pengguna Instagram Plus dan Facebook Plus akan dikenakan biaya 3,99 dolar AS per bulan, sedangkan WhatsApp Plus sebesar 2,99 dolar AS per bulan.
Fitur berbayar ini mencakup analisis penayangan ulang cerita, perluasan kontrol durasi unggahan, kustomisasi tema, hingga akses layanan pelanggan berbasis manusia bagi paket bisnis seharga 49,99 dolar AS.
Selain fitur media sosial, Meta menguji coba langganan Meta AI dengan tarif 7,99 dolar AS dan 19,99 dolar AS per bulan di pasar internasional seperti Singapura, Guatemala, dan Bolivia demi menyediakan daya komputasi tingkat tinggi.
Situs berita CNBC melaporkan bahwa iklan menyumbang hampir 98 persen dari pendapatan kuartal pertama Meta yang mencapai 56,3 billion dolar AS, sementara pendapatan non-iklan hanya tercatat sebesar 1,29 billion dolar AS.
Uji coba lini bisnis baru ini memicu tanggapan dari sejumlah analis pasar modal mengenai rekam jejak Meta dalam mengelola produk komersial di luar sektor periklanan digital.
"It is hard enough to succeed in one business, let alone two," kata Max Willens, seorang analis dari Emarketer.
Menurut penjelasan lanjutan dari Max Willens, skala bisnis inti Meta yang sangat besar membuat perusahaan sulit mempertahankan antusiasme terhadap unit usaha baru yang secara alamiah akan terus berukuran lebih kecil.
"The circumstances around each of Meta's past endeavors are different," ujar Max Willens, analis dari Emarketer.
"But I would say that it is hard enough to succeed in one business, let alone two," tambah Max Willens untuk menegaskan tantangan tersebut.
Di sisi internal perusahaan, peluncuran ini diposisikan sebagai fondasi awal integrasi ekosistem premium bagi para pengguna gawai pintar dan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan.
"We’re starting to roll out Facebook Plus, Instagram Plus, WhatsApp Plus with enhanced features that our community already loves," kata Naomi Gleit, Head of Product Meta dalam unggahan video.
Pihak manajemen menekankan bahwa penambahan opsi berbayar ini ditujukan bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan fungsionalitas tingkat lanjut dari seluruh ekosistem aplikasi mereka.
"We’re also testing new subscription plans that offer premium features for those who want to unlock more from our apps and AI glasses," ujar Naomi Gleit saat menjelaskan target pasar komputasi cerdas tersebut.
Layanan komersial baru ini akan digabungkan secara bertahap agar mempermudah akses konsumen dalam satu pintu pengelolaan terpusat.
"Eventually, we see Meta One as the one place that brings our subscriptions together across all of our apps," tutur Naomi Gleit terkait proyeksi jangka panjang produk tersebut.
Penambahan fitur premium ini dipastikan akan terus berkembang melalui evaluasi berkala terhadap respons pengguna di berbagai wilayah uji coba.
"just the beginning," ucap Naomi Gleit mengenai tahapan awal dari implementasi model bisnis langganan ini.
Langkah komersialisasi WhatsApp Plus memicu kritik karena dinilai melanggar komitmen historis tahun 2016 saat Meta menggratiskan aplikasi pesan tersebut selamanya setelah diakuisisi senilai 19 billion dolar AS pada 2014.